ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan relasi makna antarleksikal berkenaan dengan tanaman bambu dalam bahasa Bali dan penggunaan praksis sosial sebagai lingkungan bahasaterkait dengan keseimbangan hidup. Data penelitian ini adalah data lisan dan data tertulis sebagai data pendukung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif. Data dikumpulkan dengan pengamatan mendalam dan wawancara serta dibantu dengan teknik catat dan rekam. Dari penelitian ini diperoleh hasil, yaitu ditemukan meronimidan taxonomi hiponim bambu dalam bahasa Bali dan leksikon terkait terbentuk dari praksis sosial yang membangkitkan sifat ekologis manusia untuk upaya pelestarian.Kata kunci: ekolinguistik, relasi makna, bambu, bahasa Bali ABSTRACT The aim of this research is to find the semantic relation between lexicons of tiing „bamboo‟ inBalinese and to know social praxis usage as a language environment which is linked to life balance. The collected data are spoken data and written data as supporting data. Thisresearch is explained descriptively and is conducted with qualitative approach. It is collected by observation and depth interview, and also is assisted by recording and note takingtechniques. Based on the research, the findings are meronymy and taxonomic hyponym ofbamboo in Balinese and the related lexicons are formed by social praxis which are able to raise Balinese people‟s preservation efforts as ecologic human. Keywords: Ecolinguistics, semantic relations, bamboo, Balinese
Copyrights © 2017