Litera : Jurnal Bahasa dan Sastra
Vol. 7 No. 1 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra

BAHASA WARNA DALAM KONTEKS BUDAYA BALI

Mekarini, Ni Wayan (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jun 2021

Abstract

ABSTRAKManusia adalah makhluk homo sapiens yang mampu berpikir dan menyampaikan pemikirandan gagasannya melalui bahasa baik bahasa verbal maupun nonverbal. Bahasa verbalmenggunakan kata-kata baik disampaikan secara lisan maupun tertulis. Sebaliknya, bahasanonverbal diaplikasikan dengan simbol. Eksistensi kedua jenis bahasa tentu hidup dimasyarakat mengingat tidak semua objek dapat diwakilkan dengan kata-kata secaramenyeluruh. Contoh bahasa nonverbal seperti gerakan mengepalkan jemari yang berartimemberi semangat, membuka tangan berarti tidak tahu, atau melambaikan tangan berartiselamat berpisah. Penggunaan bahasa warna sebagai salah satu bentuk bahasa nonverbalmerujuk pada pilihan warna beserta arti yang diwakilinya, misalnya tampak pada warnabendera, warna dinding, warna pakaian dan cat rambut. Bahasa warna dalam budaya Balimemiliki arti tersendiri direalisasikan dalam persembahan canang, segehan maupun caru.Setiap arah angin diwakili oleh warna tertentu sekaligus merujuk pada dewa penguasa mataangin tersebut. Warna hitam dipakai untuk arah utara dan mengangungkan dewa Wisnu. Warnaputih untuk arah timur sekaligus memuja dewa Iswara. Merah di selatan sebagai bentukpenghormatan kepada Dewa Brahma. Kuning di arah barat untuk pemujaan Dewa Mahadewa,sedangkan warna campuran (brumbun) di tengah sebagai bentuk pemujaaan bagi Dewa Siwa.Komposisi warna tersebut bersumber pada Dewa Pengider-Ider yang menguasai penjuru bumisesuai ajaran Hindu. Dengan demikian, warna tidak saja suatu bias cahaya yang ditangkap mata,melainkan mengandung nilai yang lebih dalam menyangkut keyakinan. Melalui warna tersebutmasyarakat Bali memuja keagungan dewata dan berbakti kepadaNya.Kata Kunci: bahasa nonverbal, simbol, warna, budaya Bali.ABSTRACTHumans are homo sapiens with the capability of thinking and conveying their thoughts andideas through language, both verbal and nonverbal. Verbal language uses words which isdelivered orally or written down. In the other side, nonverbal language is applied with symbols.The existence of these two types of language certainly lives in society since not all objects canbe explained completely by words. Examples of nonverbal language such as put a fist whichmeans encouraging or supporting, opening hands means have no ideas, or waving meanssaying goodbye. The use of color as a form of nonverbal language refers to the choice of colorsand the meanings they represent, for example flag colors, wall, uniform or hair paint. Thelanguage of color in Balinese culture has its own meaning which is realized in the offerings ofcanang, segehan and caru. In Bali, each direction is represented by a certain color and at thesame time refers to the god who rules it. The black color is used for the north and representDeva Vishnu. White color for the east to worship Deva Iswara. Red in the south as a form ofrespect for Deva Brahma. Yellow in the west is for worshiping Deva Mahadeva, while the mixedcolor (brumbun) in the middle is a form of worship for Deva Shiva. The color compositionoriginates from the God of Pengider-Ider who rules over the earth according to Hindu belief. Thus, color is not only a bias of light that is captured by the eyes, but contains a deeper valueregarding belief. Through certain colors, the Balinese people express the greatness of gods andworship Him.Keywords: nonverbal language, symbol, colors, Balinese culture

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

litera

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jurnal ini menyajikan hasil-hasil penelitian dan hasil pemikiran yang berada pada ranah bahasa dan sastra. Kajian-kajian ilmiah terdiri atas delapan artikel yang menerapkan teori mikro dan makro linguistik untuk membedah fenomena kebahasaan yang ada pada masyarakat. Peran bahasa dan sastra sangat ...