Penyulingan serai wangi mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen. Peningkatan jumlah limbah dari hasil sampingan penyulingan minyak serai menimbulkan permasalahan bagi lingkungan. LPPM Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat menjalin bekerja sama dengan Kelompok Tani penyulingan minyak serai yang berada di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang untuk memberikan solusi. Solusi yang diberikan berupa pelatihan dan pendampingan dalam pengolahan limbah padat serai wangi menjadi kompos. Limbah padat hasil sampingan penyulingan minyak serai (daun serai wangi) dijemur untuk mengurangi kadar airnya. Setelah kering kemudian daun di cacah dan ditambahkan EM4. Sementara limbah cair hasil sampingan penyulingan minyak serai langsung digunakan sebagai larvasida dengan konsentrasi 0%, 2%, 3%. 4%, 5% dan 6%. Kompos yang dihasilkan memerlukan waktu lebih kurang 45 hari dengan tekstur sebagai berikut: berwarna hitam, gembur, tidak beraroma, dan daun serai belum terurai secara sempurna. Konsentrasi larvasida yang tepat untuk membasmi larva nyamuk Culex sp instar III adalah 6%, dengan kematian larva sebanyak 100% dalam 24 jam pengujian. Solusi yang diberikan ini dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani dan juga meningkatkan ilmu pengetahuan mereka serta meningkatkan nilai ekonomi dari limbah-limbah tersebut.
Copyrights © 2023