Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH JENIS FITOPLANKTON TERHADAP KADAR OKSIGEN DI AIR Lidia Sarah Panggabean; Puji Prastowo
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7535

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis fitoplankton dan intensitas cahaya terhadap peningkatan kadar oksigen terlarut di perairan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara untuk pengambilan data. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2017.  Variabel penelitian yang digunakan adalah perlakuan dengan jenis fitoplankton dan intensitas cahaya. Jenis fitoplankton yang digunakan adalah fitoplankton Arthospira platensis, Chorella vulgaris, dan Diatom sp. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan. Pengamatan terhadap kadar oksigen terlarut dilakukan setelah 7 hari menggunakan DO meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan jenis fitoplankton terhadap kadar oksigen di air setelah 7 hari. Ada pengaruh jenis fitoplankton terhadap kadar oksigen terlarut di air. Kata kunci : Oksigen terlarut, Jenis fitoplankton, Intensitas cahaya.
Analysis of ecological literacy level and creative thinking skills of college students Diana Vivanti Sigit; Rizhal Hendi Ristanto; Ratna Komala; Anisa Nurrismawati; Puji Prastowo; Abubakar Sidik Katili
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 13, No 3: June 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v13i3.25573

Abstract

Higher education institution is one of educational institutions that serve as a place of cultural values, and norms expected to become a foundation to foster caring attitudes toward the environment. These attitudes are accordingly meant to develop ecological literacy in order to overcome environmental problems which are likely to be minimized by combining ecological literacy and creative thinking skills. A quantitative descriptive with correlational study was employed in this research. There were 275 college students from three areas in Indonesia, namely Jakarta, Sumatera, and Gorontalo involved as respondents of the research. Data was collected by means of Google Forms consisting of tests and opinions. The ecological literacy was analyzed using dimensions of caring, practical competence, and knowledge while the creative thinking skills were analyzed using dimensions of fluency, originality, flexibility, and elaboration. This research is limited to students in the Department of Science and Non-Science. Findings of the research indicates that the ecological literacy level is in the medium category, whereas the creative thinking skills are good. Female students have a higher average score in ecological literacy and creative thinking skills compared to that of male students. Thus, there is a positive relationship between ecological literacy and creative thinking skills.
Pemanfaatan Limbah Hasil Sampingan Penyulingan Minyak Serai Wangi Menjadi Pupuk Organik Dan Larvasida Mufti Sudibyo; Khairiza Lubis; Puji Prastowo; Onggal Sihite
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v6i2.2402

Abstract

Penyulingan serai wangi mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen. Peningkatan jumlah limbah dari hasil sampingan penyulingan minyak serai menimbulkan permasalahan bagi lingkungan. LPPM Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat menjalin bekerja sama dengan Kelompok Tani penyulingan minyak serai yang berada di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang untuk memberikan solusi. Solusi yang diberikan berupa pelatihan dan pendampingan dalam pengolahan limbah padat serai wangi menjadi kompos. Limbah padat hasil sampingan penyulingan minyak serai (daun serai wangi) dijemur untuk mengurangi kadar airnya. Setelah kering kemudian daun di cacah dan ditambahkan EM4. Sementara limbah cair hasil sampingan penyulingan minyak serai langsung digunakan sebagai larvasida dengan konsentrasi 0%, 2%, 3%. 4%, 5% dan 6%.  Kompos yang dihasilkan memerlukan waktu lebih kurang 45 hari dengan tekstur sebagai berikut: berwarna hitam, gembur, tidak beraroma, dan daun serai belum terurai secara sempurna. Konsentrasi larvasida yang tepat untuk membasmi larva nyamuk Culex sp instar III adalah 6%, dengan kematian larva sebanyak 100% dalam 24 jam pengujian. Solusi yang diberikan ini dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani dan juga meningkatkan ilmu pengetahuan mereka serta meningkatkan nilai ekonomi dari limbah-limbah tersebut.