Latar Belakang: Secara global, berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Prevalensi BBLR di Indonesia pada tahun 2022 sebesar 3,3%, dimana prevalensi BBLR di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur melebihi prevalensi di Indonesia (5,1% di Jawa Tengah dan 4,1% di Jawa Timur). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar wilayah di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur berdasarkan prevalensi BBLR pada tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis spasial dengan jenis penelitian observasional, dimana unit analisisnya adalah kabupaten/kota. dan kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan menggunakan data sekunder. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa secara global terdapat autokorelasi spasial positif dengan pola sebaran spasial mengelompok berdasarkan prevalensi BBLR (I = 0,224) dan secara lokal terdapat autokorelasi antara kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur berdasarkan prevalensi BBLR (E(I) = - 0 ,0139). Kesimpulan: Intervensi program menurunkan prevalensi BBLR menyasar daerah hotspot yaitu Kabupaten Banjarnegara, Kebumen, Purbalingga, dan Wonosobo (Jawa Tengah) serta Kabupaten Probolinggo (Jawa Timur). Namun perlu juga adanya intervensi terhadap wilayah sekitar (tetangga).
Copyrights © 2024