Bahasa Melayu Kupang merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat Kupang dan daerah sekitar Ibu Kota Nusa Tenggara Timur. Ia memiliki beberapa fungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan dan menyampaikan ide, perasaan dan tindakan pembicara. Cara penutur menyampaikan ekspresi, menekankan gagasan, dan memberikan tanda disebut komunikasi fatis. Tulisan ini mencoba mengidentifikasi sebaran, fungsi dan makna frasa fatik dalam bahasa Melayu Kupang yang ditekankan pada penuturnya untuk mengungkapkan pengetahuan atau pengalaman (kognitif) dan keinginan (konatif). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk frase fatik BMK dapat tersebar di awal, tengah dan di akhir, (2) fungsi utama frase fatik BMK adalah untuk mengungkapkan pengetahuan atau pengalaman (kognisi), mengungkapkan persahabatan ( menghilangkan jarak sosial) ditinjau dari segi kekuasaan dan solidaritas, dan (3) makna ungkapan fatis BMK terdiri atas makna asertif, makna direktif, makna ekspresif, dan makna deklaratif.
Copyrights © 2024