Artikel ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak pelatihan dalam pengelolaan keuangan terhadap keberlanjutan pertanian dan peternakan di pedasaan tepatnya di desa tapus kabupaten Muara Enim. Desa ini sangat bergantung pada sektor pertanian dan peternakan sebagai sumber penghasilan utama bagi penduduknya. Namun, pengelolaan keuangan yang kurang optimal seringkali menjadi hambatan bagi kemajuan sektor ini. Melalui pendekatan pelatihan, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan kepada petani. Pelatihan mencakup aspek-aspek seperti perencanaan anggaran, pencatatan keuangan, dan analisis biaya-produksi. Metode yang digunakan adalah metode Participatory, Action,Research (PAR) yaitu penulis berpartisipasi dalam kegiatan, terlibat dalam aksi perbakan atas permasalahanpada pengelolan keuangan pada kegiatan pertanian dan perternakan didesa serta meneliti bagaimana hasil kegiatan dapat berdampak positif terhadap keberlanjutan kegiatan pertanian dan perternakan dipedasaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Peningkatan pemahaman petani tentang pengelolaan keuangan telah berdampak positif pada praktik pertanian dan peternakan mereka. Petani mampu merencanakan anggaran dengan lebih cermat, membuat catatan keuangan yang lebih akurat, dan melakukan analisis biaya-produksi dengan lebih teliti. Hal ini membantu mereka mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, pendampingan dalam pengelolaan keuangan telah memberikan manfaat jangka panjang bagi petani. Mereka dapat mengatasi fluktuasi harga dan biaya produksi dengan lebih baik, menciptakan stabilitas ekonomi yang diperlukan untuk kesejahteraan keluarga mereka. Dalam jangka panjang, pendekatan ini mendukung pembangunan berkelanjutan di Desa Tapus, dengan memberikan landasan yang lebih kokoh bagi sektor pertanian dan peternakan.
Copyrights © 2023