Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dalam memberikan pelayanan siswa yang mengalami kesulitan belajar di sekolah CLC Tawau. Permasalahan mengenai kesulitan belajar menjadi penting karena mempengaruhi performa akademik. Siswa di sekolah CLC Tawau memiliki akses yang terbatas. Sehingga penting guru memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan untuk meningkatkan akses dan juga penyelesaian masalah siswa. Dalam pelatihan guru menggunakan kuasi eksperimen dengan pendekatan one grup pre and postest design. Alat ukur yang digunakan adalah tes kognitif kesulitan belajar dan pertanyaan terbuka terkait gejala masalah atau kesulitan belajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru mengalami peningkatkan pengetahuan dalam memberikan layanan kesulitan belajar pada siswa.
Copyrights © 2024