Peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan pengembangan potensi daerah melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Pendekatan One Village One Product (OVOP) yang dirancang untuk meningkatkan keunggulan potensi desa, diharapkan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Produk kerajinan bordir merupakan salah satu produk lokal unggulan daerah yang memiliki potensi berkembang. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi permasalahan untuk menemukan rumusan model pengembangan usaha dengan pendekatan OVOP pada produk kerajinan bordir di Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama adalah keterbatasan modal, faktor pengetahuan sumber daya manusia, wawasan manajerial dan pemasaran serta relasi bisnis. Pendekatan OVOP pada usulan prototype model pengembangan usaha ini diperlukan pengamatan awal pada ‘need assessment’ untuk memberikan pembinaan lebih lanjut pada segi manajerial, teknis dan softskill dari pihak pemerintah, akademisi dan praktisi atau pakar yang relevan dengan kebutuhan materi pelatihan.
Copyrights © 2024