Pendahuluan: Pioderma gangrenosum (PG) adalah dermatosis inflamasi neutrofilik langka yang ditandai dengan gambaran klasik berupa ulkus kulit yang khas, berkembang dengan cepat dan menyakitkan. Lebih dari 50% lesi berkembang karena fenomena patergi, yaitu timbulnya lesi PG di lokasi kulit yang mengalami trauma. Sebanyak 50-75% kasus memiliki penyakit sistemik yang mendasari, misalnya keganasan organ padat. Diagnosis PG biasanya sulit ditegakkan secara dini. Kasus: Wanita 68 tahun dengan riwayat kanker payudara menunjukkan lesi ulseratif progresif di area perut hingga punggung, yang muncul setelah infeksi herpes zoster (HZ). Biopsi dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan suatu keganasan, infeksi, atau vaskulitis, dan mendukung diagnosis PG. Terapi kortikosteroid sistemik dosis tinggi menunjukkan respons yang baik dalam 1 minggu. Diskusi: PG ulseratif adalah varian yang paling sering ditemui, termasuk pada PG yang terkait paraneoplastik. Terdapat dua kriteria diagnostik yang dapat membantu penegakkan diagnosis PG, yaitu kriteria diagnostik PG ulseratif dan sistem penilaian PARACELSUS. Kesimpulan: PG perlu menjadi pertimbangan diagnosis pada kasus ulseratif dengan kemungkinan adanya fenomena patergi dan penyakit sistemik yang mendasari. Pemeriksaan histopatologis perlu dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis banding dan pengobatan dengan agen imunosupresif dianjurkan untuk PG.
Copyrights © 2024