Ekstraksi flavonoid dari daun pisang kepok (Musa paradisiaca L) dilakukan dengan menggunakan teknologi microwave-assisted extraction (MAE). Ekstraksi dengan bantuan gelombang mikro merupakan metode yang tepat untuk mengisolasi bahan kimia aktif. Proses ekstraksi flavonoid selanjutnya disempurnakan dengan menggunakan response surface methodology (RSM) berdasarkan hasil yang diperoleh dari percobaan faktorial tiga level dan desain Box-Behnken (BBD). BBD adalah bentuk spesifik dari desain eksperimental yang dikenal sebagai desain faktorial tiga tingkat, yang bertujuan untuk mencegah masuknya kombinasi faktor yang ekstrim. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi teknik ekstraksi dengan bantuan gelombang mikro dengan mengoptimalkan daya gelombang mikro, waktu ekstraksi, dan konsentrasi pelarut untuk ekstraksi flavonoid. Variabel yang diteliti dalam percobaan ini meliputi tingkat daya, konsentrasi pelarut etanol, dan waktu ekstraksi. Tingkat daya diukur dalam watt dan mencakup tiga tingkat: 150, 300, dan 4500 Watt. Konsentrasi pelarut etanol dinyatakan sebagai persentase dan terdiri dari tiga konsentrasi: 50%, 60%, dan 70%. Serta waktu ekstraksi diukur dalam menit dan mencakup tiga durasi: 10, 15, dan 20 menit. Kondisi optimal untuk ekstraksi flavonoid dengan menggunakan teknologi microwave-assisted extraction (MAE) meliputi tingkat daya 300 watt, waktu ekstraksi 15 menit, dan konsentrasi pelarut 60%. Yield ekstraksi flavonoid dari daun pisang kapok ditentukan sebesar 11,38% pada kondisi tersebut.
Copyrights © 2023