Salah satu kondisi krisis yang memerlukan tindakan segera yaitu syok. Syok hipovolemik adalah suatu kondisi kegawatdaruratan yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intavaskuler untuk mempertahankan volume secara adekuat yang disebabkan oleh intake yang tidak adekuat, kehilangan cairan berlebih atau gabungan dari kedua kondisi tersebut. Manifestasi klinis pada syok hipovolemik diantaranya hipotensi, oliguria, takikardi, pernafasan cepat dan dangkal, gelisah dan agitasi, penurunan kognitif, kulit lembab pucat dan dingin. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan syok hipovolemik di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Daerah Gunungjati Kota Cirebon. Metode penelitian pada kasus ini adalah study kasus deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien dengan syok hipovolemik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Daerah Gunungjati Kota Cirebon. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada pasien didapatkan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif dan hipovolemia. Intervensi yang dilakukan selama 1 x 7 jam di ruang Instalasi Gawat Darurat dengan tujuan dan kriteria hasil masing masing diagnosa. Setelah dilakukan implementasi keperawatan penulis melakukan evaluasi. Hasil evaluasi pada diagnose pola nafas tidak efektif didapatkan masalah teratasi sebagian dengan hasil ferkuensi nafas menurun menjadi 25 x/menit. Begitupula dengan diagnosa perfusi perifer tidak efektif dan hipovolemia didapatkan masalah teratasi sebagian sesuai dengan kriteria hasil tekanan darah sistolik dan diastolic membaik 136/80 mmHg, SPO2 100% dengan Non Rebreathing Mask 10 lpm.
Copyrights © 2024