Penerapan pembelajaran daring merupakan inovasi dalam dunia pendidikan yang menerapkan tekhnologi. Pembelajaran daringmerupakan metode belajar dengan penggunaan model yang interaktif berbasis internet dan learning manajemen system. Di di era revolusi industri 4.0 pembelajaran daring dirasa cocok untuk diterapkan, namun tak jarang beberapa lembaga pendidikan yang mengalami kesulitan dalam pelaksanaanya. Hal ini disebabkan karena belum terbiasa dalam penggunaanya.Rumusan masalah sebagai berikut 1) Begaiamana Implementasi Pembelajaran Daring Di STIT Al Ibrohimy Bangkalan, 2) Bagaimana Dampak Penerapan Pembelajaran Daring Terhadap Minat Belajar Mahasiswa Di STIT Al Ibrohimy Bangkalan, 3) Faktor Apa Saja Yang Menjadi Pendukung Dan Penghambat Dalam Penerapan Pembelajaran Daring Di STIT Al Ibrohimy Bangkalan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisa dengan mengacu pada kerangka teoritik yang ada.Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran daring di STIT Al Ibrohimy Bangkalan dilatar belakangi oleh beberapa faktor, faktor pertama karena adanya kebijakan pemerintah terkait penerapan pembelajaran dari rumah masing-masing yang disebabkan pandemi COVID-19, faktor kedua yakni kondisi dosen yang sedang menempuh pendidikan atau sedang melanjutkan perkuliahannya sehingga pembelajaran dilakukan secara online oleh dosen yang bersangkutan, dalam pembelajaran daring di STIT Al Ibrohimy Bangkalan menggunakan pembelajaran model daring kombinasi, dengan jenis sinkronus dan asinkronus. Pembelajaran daring memiliki dampak terhadap kondisi internal mahasiswa, mahasiswa belum sepenuhnya mampu beradaptasi sehingga menimbulkan kesulitan, akibatnya kesulitan-kesulitan tersebut berkembang menjadi sikap yang negatif yg pada akhirnya berdampak terhadap minat belajarnya. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat dari penerapan pembelajaran daring ini, yakni kesiapan, baik meliputi kesiapan mahasiswa, dosen, akademik maupun media atau fasilitas yang digunakan serta jaringan internet. Sedangkan yang menjadi faktor pendukung yang pertama adalah adanya kebijakan pemerintah, yang kedua kesadaran dan yang terakhir ketersediaan media aplikasi
Copyrights © 2021