Kitab Kejadian mencatat sejarah berlangsungnya perjanjian antara Allah dengan Bapa leluhur Israel, Abaraham. Sesungguhnya Allah secara khusus menyatakan diri kepada Bapa Abraham dan berjanji akan memberkati Abraham. Allah sebagai pihak penyelenggara utama dalam perjanjian itu. Dalam perjanjian tersebut masing-masing pihak memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Pihak Allah sebagai pemrakarsa perjanjian telah menetapkan berbagai rencana yang akan dilakukan sebagai bentuk kewajibanNya. Dari pihak Abaraham sebagai pihak penerima janji juga memiliki tanggung jawab yang harus penuhi bahkan termasuk keluarga dan semua keturunannya. Hal itulah yang kemudian menjadi unsur-unsur penting dalam perjanjian Allah dengan Abraham. Dalam perjalanannya berbagai tantangan dan kesulitan dialami Abraham dalam menantikan janji Allah. Di satu sisi kesulitan yang besar tersebut menjadi sarana ujian dari Allah terhadapp Abaraham untuk membuktikan kesetiaan terhadap janji itu, disisi lain untuk menunjukkan kebesaran dan kasih setia Allah terhadap janjiNya. Oleh sebab itu dibutuhkan komitmen untuk tetap setia menjalankannya.Kata kunci: Allah, Abraham, Perjanjian.
Copyrights © 2024