Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah Berkaitan dengan observasi yang dilakukan di sekolah PAUD PERMATA HATI di Desa Sido Mukti Kecamatan Sungai gelam ditemukan beberapa permasalahan yaitu: Tidak pernah melakukan kegiatan melukis dengan menggunakan pasir hanya fokus pada finger painting, Anak mudah bosan ketika belajar dengan ditunjukkan tidak semangat ketika kegiatan dilakukan, Anak kurang imajinasi untuk membuat gambar, Anak-anak banyak yang termenung, Anak-anak lebih memilih kegiatan main yang lain, Anak-anak tidak menyiapkan tugas bermainnnya. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas dimana dalam proses penelitian menggunakan 2 siklus untuk mengukur keberhasilan dari yang di terapkan di lapangan. Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa Peningkatan kreativitas melaui melukis menggunakan media pasir dapat meningkatkan kreativitas pada anak usia dini. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan prosentase kreativitas dari sebelum tindakan sampai dengan siklus II yakni sebelum tindakan kreativitas anak sebesar 18,18% atau 4 anak, peningkatan kreativitas siklus I mencapai 63, % atau 14 anak dan peningkatan kreativitas pada siklus II mencapai 86.00 % atau 19 anak. Oleh karena itu pasir merupakan media yang efektif untuk meningkatkan kreativitas pada anak usia dini dalam hal melukis. Hal ini karena pasir dapat merangsang anak untuk berpikir kreatif, perhatian anak terhadap proses pembelajaran makin panjang, anak mampu mengorganisasikan kemampuan diri atau melatih kepercayaan diripada anak, merangsang imajinasi anak, menambah perbendaharaan kata sehingga menghasilkan hasil karya lukis yang baik. Metode pendukung mempunyai peranan sangat penting dalam peningkatan kreativitas anak melalui pemanfaatan media pasir. Dalam hal ini metode pendukung yakni pemberian waktu untuk mengeksplor kemampuan diri dan pemberian rewads “wah luar biasa” membantu meminimalkan permasalahan yang dihadapi pada saat pembelajaran serta memotivasi anak untuk aktif dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2020