Kitab kuning adalah sumber ilmu pengetahuan agama merupakan warisan mahal para ulama masa kejayaan Islam. Pembelajaran kitab kuning merupakan ciri khas pondok pesantren, karena memang di pesantrenlah diajarkan berbagai kitab kuning tersebut dan tidak ditemukan di lembaga pendidikan umum. Pondok pesantren telah menjadi kekayaan nusantara yang mana kontribusinya terhadap pencerdasan bangsa tidak dapat diragukan. Pondok Pesantren As’ad Jambi adalah salah satu pesantren yang tetap mempertahankan budaya salafy meskipun Pesantren As’ad sendiri telah mengadaptasi perkembangan zaman dalam kurikulumnya. Dengan demikian Pesantren As’ad semi salafy/semi modern. Seperti halnya di berbagai pesantren di nusantara, pelestarian pembelajaran kitab kuning di pesantren ini merupakan cita-cita pendirinya KH. Abdul Qodir Ibrahim. Pembelajaran kitab kuning di pesantren ini telah mengikuti prosedur dan langkah-langkah pembelajaran yang baik, seperti; persiapan, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Namun demikian tetapsaja ada kendala yang dihadapi, seperti; menerapkan metode dan teknik pembelajaran yang tepat merupakan problem tersendiri dikarenakan pengetahuan dan kemampuan santri yang beragam. Maka pesantren ini berusaha meningkatkan kompetensi gurunya dengan memberikan pelatihan dan ada pula yang dikirim untuk belajar khusus di pondok pesantren di jawa.
Copyrights © 2020