Pembangunan infrastruktur selalu dihadapkan dengan kondisi tanah yang tidak menentu. Meskipun berada pada lokasi yang sama seringkali mendapatkan bagian permukaan dengan elevasi atau kontur yang berbeda. Salah satu metode pelaksanaan yang bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut adalah dengan melakukan proses penggalian tanah (cut) dan penimbunan tanah (fill). Cut and fill bertujuan untuk membuat permukaan tanah pada area rencana konstruksi memiliki kontur atau elevasi yang sama. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan perumahan yang berada di daerah Cicalengka, Kab. Bandung, dengan luas tanah sekitar 16173.59 m². Dimana proyek perumahan ini berada di area perbukitan dan memiliki kontur tanah yang belum merata. Sebelum dimulainya proses pengerjaan perataan tanah harus dilakukan pengukuran dan perhitungkan volume cut and fill pada area rencana pembangunan. Volume galian (cut) dan timbunan (fill) didapat dari hasil data pengukuran topografi yang dilakukan secara manual atau digital sehingga dapat diketahui volume tanah yang dibutuhkan. Dalam metode perhitungan volume cut and fill kali ini penulis menggunakan data topografi yang di peroleh dari tiga metode pengukuran yaitu (Total Station, Drone & Demnas) yang menjadi landasan acuan pengukuran manual dan digital dalam penelitian ini.
Copyrights © 2022