Pondasi dinamis semakin banyak digunakan seiring dengan maraknya pembangunan pembangkit listrik di Indonesia, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Umumnya pondasi dinamis yang digunakan adalah pondasi dinamis tipe blok. Pondasi ini membutuhkan beberapa pertimbangan, karena pondasi ini memberikan beban dinamik dan beban statik. Pondasi tertanam di kedalam 2 m, pada tanah kohesif dengan nilai kohesi 110,665 kN/m2 yang didapatkan dari hasil pengujian Cone Penetration Test (CPT) dan Modulus Geser dengan nilai 18000 KPa, didapatkan dari persamaan milik Menhard (1965). Analisis dilakukan pada 6 keadaan perbandingan berat pondasi terhadap berat mesin, peralatan pendukung dan air didalamnya. Pengambilan perbandingan didasarkan pada pernyataan literatur , bahwa (Wp/Wma) berada pada kisaran 3–5 kali. Dari hasil analisis didapatkan nilai-nilai yang masih termasuk pada angka nyaman terhadap pekerja dan lingkungan di sekitarnya, selain itu pada seluruh jenis pondasi tidak terjadi resonansi. Nilai penurunan terkecil terjadi pada kondisi (Wp/Wma = 3,50) yaitu pondasi blok tipe I yang memilik berat 1847,279 kN.
Copyrights © 2022