Pertumbuhan penduduk Indonesia semakin meningkat, sedang lahan yang digunakan bersifat tetap. Dalam mengatasi hal demikian, orang mulai membangun rumah tinggalnya secara bertingkat. Akibatnya beban yang diterima struktur paling bawah semakin besar sehingga dimensi dan biaya yang dikeluarkan akan bertambah besar pula. Oleh karena itu, dibuatlah penelitian yang bertujuan untuk meringankan beban tersebut. Salah satunya dengan mensubstitusi bahan campuran beton. Penelitian ini menggunakan butir styrofoam dengan ukuran satu sampai dua mili meter sebagai pengganti agregat halus pada campuran sebanyak 75% agar masa beton dengan campuran styrofoam tersebut dapat dikategorikan sebagai beton ringan menurut SNI-03-2847-2002 dan menghasilkan nilai kuat tekan beton normal tujuh hari mencapai 9,618 MPa dan beton styrofoam mencapai 3,306 MPa dengan persentase 90,587% dan 30,509% dari mutu beton yang direncanakan, dengan besar 10,836 MPa pada umur tujuh hari. Pada akhirnya, beton dengan sustitusi 75% pada agregat halus tidak memenuhi mutu minimal untuk bangunan, 17,5 MPa.
Copyrights © 2022