Penelitian ini menyelidiki dampak dari lingkungan kelas yang inklusif, kebijakan dukungan akademik, dan keterlibatan organisasi kemahasiswaan terhadap keterlibatan akademik di kalangan mahasiswa di Jakarta. Melalui analisis kuantitatif yang melibatkan 170 partisipan, data dikumpulkan dengan menggunakan survei untuk menilai persepsi siswa tentang inklusivitas, kesadaran akan kebijakan dukungan akademik, keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan, dan tingkat keterlibatan akademik. Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) mengungkapkan hubungan positif yang signifikan antara lingkungan kelas yang inklusif, kebijakan dukungan akademik, keterlibatan organisasi mahasiswa, dan keterlibatan akademik. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya membina lingkungan belajar yang inklusif, menyediakan layanan dukungan akademik yang kuat, dan mempromosikan keterlibatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan keterlibatan dan keberhasilan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi.
Copyrights © 2024