Pencarian kebermaknaan hidup ini sering disebut dengan mencari kebermaknaan hidup dalam penderitaan (meaning in suffering) atau mencari hikmah dalam musibah (blessing in disgue) (Bastaman dalam Isnaningtyas, 2013). Pemulung didefinisikan sebagai orang yang mempunyai pekerjaan utama sebagai pengumpul barang-barang bekas untuk mendukung kehidupannya sehari-hari, yang tidak mempunyai kewajiban formal dan tidak terdaftar diunit administrasi pemerintahan (Twikromo dalam Sutardji, 2009). Kebermaknaan hidup pemulung ini menggunakan teori Frankl dalam Melati, dkk (2013). Metode yang digunaan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang pemulung yang membawa serta anggota keluarga yang berada di Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebermaknaan hidup sudah dimiliki oleh pemulung, hal ini terlihat dari 2 Subjek tersebut yang memiliki semangat, gairah hidup, tidak menyesali apa yang ditakdirkan untuknya namun tetap mempunyai nilai kreatif atau nilai-nilai usaha dengan tanggung jawab, adanya nilai religius dalam diri seperti meyakini adanya kekuatan yang lebih besar dari dirinya, adanya nilai kebenaran, kebajikan, keimanan dan adanya rasa syukur dengan apa yang sudah diberi atau menerima dengan tabah, sabar, adanya rasa cinta dan mempunyai tujuan hidup. Kata kunci: Kata Kunci : Makna Hidup, Pemulung.
Copyrights © 2018