Masalah dan tekanan dalam kehidupan yang kerap dialami oleh setiap individu tak jarang memunculkan gejala perilaku yang tidak adaptif misalnya individu tersebut secara berulang dan terus-menerus mengeluhkan beberapa anggota tubuhnya yang sakit, meskipun telah dibuktikan secara medis bahwa kondisi individu tersebut tidak mengalami gangguan secara medis. Pada penelitian ini, peneliti hendak menguji efektifitas penerapan terapi perilaku kognitif/CBT dengam metode penelitian yang dipakai adalah single case design pada pasien dalam hal ini subjek seorang wanita, inisial SI, berusia 40 tahun dan saat ini mendekam di Rumah Tahanan Pondok Bambu dengan gejala gangguan hipokondriasis yakni suatu gangguan dimana pasien menyakini atau memiliki ketakutan jika mereka memiliki penyakit yang serius, sedangkan pada kenyataannya mereka hanya mengalami reaksi tubuh yang normal. Hasil penerapan terapi perilaku kognitif/CBT dalam 8 sesi pertemuan terapi pada SI dengan tehnik restrukturisasi kognitif dan exposure di dapatkan hasil akhir setelah diberikan psikoedukasi dan intervensi keyakinan SI mulai membaik. Pada tahap tindak lanjut SI melaporkan bahwa perasaannya serta keyakinannya semakin membaik.
Copyrights © 2019