Keluarga merupakan tempat pertama dalam berbagi kasih sayang, mengatasimasalah yang sedang dihadapi sebagai salah satu anggota keluarga, dan membentukkarakter diri bagi masing-masing individu. Keluarga memiliki peran penting dalamperkembangan anak baik fisik maupun mental, namun pada kenyataannya tidaksemua anak memiliki keluarga yang utuh, salah satunya dikarenakan perceraian,dan tentunya hal tersebut melukai perasaan anak dan efek yang ditimbulkan adalahkesedihan dan kehilangan. Menyelesaikan konflik yang terjadi sebagai akibat dariperceraian dan membangun hubungan yang baik kembali antar individu yangterlibat bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, forgivenessatau pemaafan merupakan cara yang efektif dan penting untuk mengatasipermasalahan antar individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamikaforgiveness pada anak korban perceraian. Penelitian ini menggunakan kualitatiffenomenologi. Subjek di dalam penelitian ini adalah dua remaja yang orang tuanyatelah bercerai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terjadi forgivenessatau pemaafan, ada empat fase yang dialami oleh kedua subjek yaitu fasepembukaan, fase pengambilan keputusan, fase tindakan, dan fase pendalaman.Selain itu pemberian pengertian dari orang tua memberikan pengaruh pentingdalam memudahkan anak dalam melewati empat fase tersebut.Kata kunci: forgiveness, perceraian, anak, orang tua
Copyrights © 2020