Dalam masyarakat desa, sebagian besar perempuan terpinggirkan karena pada umumnya mereka tidak memiliki akses terhadap Pendidikan formal yang memungkinkan mereka untuk direkrut bekerja. Kecenderungan yang berkembang adalah menikah untuk melepaskan diri dari kemiskinan dan untuk mencari sandaran hidup karena mereka lalu menjadi isteri seseorang. Situasi yang kurang menguntungkan ini lalu menjadi ‘beban’ tersendiri bagi para perempuan tersebut karena mereka harus mengurus anak-anak dan pekerjaan rumahtangga sekaligus. Mereka lalu menjadi tergantung kepada laki-laki yang menjadi suaminya dan tak berdaya dalam banyak aspek kehidupan. Arikel ini hendak melaporkan kegiatan pemberdayaan perempuan (ibu-ibu rumahtangga) di Kelurahan Bitungsari, Bogor, Jawa Barat, dengan memberikan pelatihan keterampilan sederhana. Diharapkan ketrampilan sederhana ini akan memampukan mereka memiliki sumber penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah mereka. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan; pelatihan keterampilan.
Copyrights © 2020