Masa remaja merupakan masa peralihan anak-anak ke dewasa dimana salah satu cirinya ditandai dengan organ seksual yang mulai aktif dan berkembang. Hal tersebut menjadikan dorongan seksual pada remaja juga mulai muncul. Remaja yang tidak dapat mengontrol dorongan seksualnya berpeluang melakukan perilaku seksual berisiko, termasuk melakukan pelecehan seksual pada orang lain sehingga harus berurusan dengan hukum. Di LPKA sendiri kasus tersebut cukup mendominasi, yaitu sekitar 55,6% dari seluruh kasus yang ada. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku seksual berisiko peneliti ingin mengetahui pengaruh faktor teman sebaya dan teknologi informasi pada perilaku seksual berisiko Andik. Kedua faktor tersebut dipilih karena peneliti melihat karakteristik remaja yang lekat dengan teman sebaya dan keterbukaan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-harinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional untuk melihat hubungan antara teman sebaya dan teknologi informasi dengan perilaku seksual berisiko. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada Andik dengan kasus kesusilaan dengan sejumlah 30 partisipan. Partisipan kemudian diberikan kuesioner perilaku seksual berisiko, teman sebaya, dan teknologi informasi. Dari hasil analisis data diketahui bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara teman sebaya serta informasi dan teknologi terhadap perilaku seksual berisiko Andik.
Copyrights © 2023