Jahe merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang mengandung senyawa oleoresin dan minyak atsiri yang memiliki khasiat sebagai tonikum. Daun kayu manis (Cinnamomum burmanni) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan minyak atsiri yang mempunyai banyak manfaat salah satunya yaitu tonikum, stimulan dan menyegarkan. Penelitian ini menggunakan hewan uji mencit putih jantan galur Swiss Webster yang dikelompokan menjadi 7 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 ekor hewan uji. ke-7 kelompok terdiri dari kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (kafein), FI sediaan jahe merah (100%), FII sediaan daun kayu manis (100%), FIII kombinasi sediaan jahe merah daun kayu manis (75% : 25%), FIV kombinasi sediaan jahe merah dan daun kayu manis (25% : 75%), FV kombinasi jahe merah dan daun kayu manis (50% : 50%). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sediaan seduhan tunggal jahe FI lebih efektif. Hasil uji efek tonikum pada sediaan FI sebesar 9,42 menit, FII 7,22 menit, FIII 10,36 menit, FIV 8,23 menit, dan FV 8,64 menit. Dapat disimpulkan hasil penelitian yang didapatkan yaitu sediaan seduhan tunggal jahe merah FI lebih efektif dibandingkan sediaan seduhan kombinasi FIV, dan FV karena tidak ada perbedaan yang signifikan.
Copyrights © 2024