Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan strain bakteri patogen Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik beta lactam khususnya metisilin. Infeksi MRSA hanya dapat diterapi dengan antibiotik tertentu dan sangat terbatas. Hingga saat ini, kasus resistensi terus berkembang sebagai dampak dari penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui secara ilmiah melalui uji praklinik evaluasi antibakteri ekstrak jahe merah sebagai obat herbal terstandar (OHT) di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan dan 3 perlakuan. Uji konfirmatif isolat bakteri MRSA dilakukan dengan parameter uji pewarnaan gram, uji katalase, kultur pada media MSA, dan uji sensitifitas terhadap antibiotik. Uji daya hambat antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. KHM ditentukan dengan mengukur nilai absorbansi pada Spektrofotometer UV-Vis. KBM ditentukan dengan melihat tidak adanya pertumbuhan bakteri pada cawan Petri. Hasil uji konfirmatif menunjukkan bahwa isolat bakteri merupakan bakteri MRSA. Rerata daya hambat tertinggi pada ekstrak jahe merah yaitu sebesar 7,6 mm pada konsentrasi 50%. KHM ekstrak jahe merah terdapat pada konsentrasi 25%. KBM ekstrak jahe merah terdapat pada konsentrasi 100%. Ekstrak jahe merah mampu menghambat pertumbuhan bakteri MRSA. Semakin rendah konsentrasi, daya hambat semakin besar.
Copyrights © 2024