Dalam dekade terakhir, kota-kota besar di seluruh dunia mengalami peningkatan signifikan dalam tingkat kriminalitas, yang telah menimbulkan keprihatinan serius bagi penghuni dan pengambil kebijakan. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap fenomena ini, dengan fokus khusus pada dinamika urban sebagai penyebab utama. Studi ini menggunakan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data, yang meliputi statistik kejahatan dari departemen kepolisian, survei sosioekonomi penduduk, serta wawancara dengan ahli dan pejabat lokal. Analisis data menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi tingkat kriminalitas di kota besar meliputi urbanisasi yang pesat tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, ketimpangan ekonomi yang tajam antara berbagai kelompok sosial, dan kekurangan sumber daya di lembaga penegak hukum. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa faktor-faktor seperti pengangguran, akses terbatas terhadap pendidikan berkualitas, dan kurangnya ruang terbuka hijau serta fasilitas rekreasi juga berperan dalam meningkatkan potensi kejahatan. Hasil penelitian ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana dan mengapa kriminalitas terjadi di lingkungan urban tetapi juga menawarkan beberapa rekomendasi bagi pembuat kebijakan. Salah satunya adalah pentingnya desain urban yang lebih inklusif yang mengintegrasikan kebutuhan semua penduduk. Implementasi kebijakan yang mendukung pengembangan ekonomi lokal dan meningkatkan efektivitas sistem kepolisian dengan teknologi modern juga disarankan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk literatur dalam studi kriminalitas urban dan diharapkan akan memicu lebih banyak penelitian di masa depan yang akan mengatasi aspek-aspek belum tergali dari fenomena ini.
Copyrights © 2024