Setiap anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki hak yang setara dalam mengakses pendidikan guna mengembangkan potensi dan keterampilan untuk kehidupan. Salah satu keterampilan yang perlu ditingkatkan pada ABK adalah keterampilan vokasional yang merupakan bagian dari keterampilan kecakapan hidup. Keterampilan vokasional akan membantu anak berkebutuhan khusus menghidupi dirinya secara mandiri secara finansial. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan keterampilan vokasional bagi anak berkebutuhan khusus. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini meliputi tiga tahapan yaitu praproduksi, produksi, pascaproduksi. Instrumen pada kegiatan ini adalah lembar observasi digunakan pada saat pelatihan berlangsung dan angket digunakan untuk pengukuran tingkat kepuasan mitra. Hasil observasi pada saat pelatihan menunjukkan bahwa 90,2% peserta pada saat pengawetan telur asin dan 73,2% peserta pada saat pembuatan batik ecoprint memiliki tingkat kemampuan berkategori Berkembang Sangat Baik. Dengan demikian, sebagian besar peserta pelatihan telah mampu memahami dan mempraktikan dengan sangat baik. Namun, lebih dari 50% peserta masih kesulitan dalam hal pengemasan untuk kedua kegiatan (pembuatan telur asin dan pembuatan batik ecoprint). Temuan dari kegiatan ini adalah kemampuan kognitif yang rendah disertai ketrampilan motorik halus yang rendah menghambat anak tunagrahita mengingat langkah-langkah dalam pengemasan produk sehingga perlu latihan yang berkelanjutan. Hasil angket kepuasan mitra menunjukkan bahwa mitra sangat puas dengan Program Kemitraan Masyarakat ini.
Copyrights © 2024