Promosi kesehatan mulut pada anak usia sekolah memerlukan strategi inovatif dan menarik untuk mengatasi tantangan yang persisten seperti karies gigi dan kebiasaan higiene yang buruk. Metode co-design menekankan keterlibatan aktif pengguna akhir, yaitu anak-anak, orang tua, guru, dan tenaga kesehatan, dalam mengembangkan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks mereka. Studi ini mengeksplorasi penggunaan pendekatan co-design dalam mengembangkan aplikasi kesehatan digital berbasis sekolah untuk meningkatkan perilaku kesehatan mulut pada anak. Dilakukan tinjauan naratif untuk menganalisis pustaka tentang praktik co-design dalam kesehatan gigi digital, dengan fokus pada aplikasi untuk populasi usia sekolah. Bukti menunjukkan bahwa co-design meningkatkan relevansi, kegunaan, dan penerimaan intervensi kesehatan mulut digital dengan mengintegrasikan pengalaman dan preferensi pengguna target. Aplikasi yang dikembangkan melalui co-design menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi, peningkatan pengetahuan kesehatan mulut, dan kepatuhan yang lebih baik terhadap perilaku pencegahan di kalangan anak sekolah. Disimpulkan bahwa co-design meningkatkan relevansi, kegunaan, dan penerimaan intervensi kesehatan mulut digital dengan mengintegrasikan pengalaman dan preferensi pengguna target.
Copyrights © 2025