Penelitian ini bertujuan mempelajari bagaimana guru SLB dalam mengelola emotional self control dalam menghadapi murid dengan kebutuhan khusus, memahami proses pembelajaran Guru SLB dengan murid berkebutuhan khusus di kelas dan mempelajari proses komunikasi antara Guru SLB dengan muridnya. Berdasarkan hasil, proses, dan hal-hal yang sangat memperngaruhi pelaksanaan intervensi, didapatkan beberapa hal sebagai berikut: 1) Ada perbedaan yang signifikan pada burnout byndrom pada guru dengan siswa berkebutuhan khusus di Yogyakarta kelompok eksperimen yang di ukur selama 3 kali yaitu prates, pascates dan tindak lanjut, sehingga emotional self control programe terbukti efektif untuk memperbaiki dan merubah sikap, persepsi, cara berpikir, keyakinan serta pandangan pada guru dengan siswa berkebutuhan khusus yang irasional dan tidak logis menjadikan pandangan yang rasional. selain itu, guru dengan siswa berkebutuhan khusus dapat mengembangkan diri, meningkatkan aktualisasi diri seoptimal mungkin melalui tingkah laku kognitif dan afektif yang positif. 2) Ada perbedaan yang tidak signifikan pada burnout syndrom pada guru dengan siswa berkebutuhan khusus di yogyakarta kelompok kontrol yang diukur selama 3 kali yaitu prates, pascates dan tindak lanjut, hal ini disebabkan oleh carry-over effect (partisipan sudah terkontaminasi sama pengerjaan tes di post-test), terkontaminasi pada lingkungan subjek penelitian tinggal. selain itu, adanya cofounding faktor seperti interaksi dan komunikasi yang intens antara kelompok eksperimen dan kontrol.
Copyrights © 2023