This study aims to explore Christian perceptions of the humor of Jesus Christ and the implications of these perceptions for Christian practice. Using a descriptive qualitative research method with questionnaires as the data collection tool, the study surveyed members of various Christian churches with diverse backgrounds and denominations. The results reveal that Jesus' humor is seen as an important aspect of His teachings and life, adding a human dimension that complements His divine nature. Analysis of the questionnaire data shows variations in how respondents understand and interpret Jesus' joy and humor. Despite these differences, many respondents emphasize that Jesus' humor reflects His empathy towards the human condition, which is often marked by suffering and difficulty. This research highlights the importance of a balanced approach to both the human and divine aspects of Jesus in shaping an authentic Christian identity and practice. Practical implications include the need for a more inclusive approach to Christian spirituality and efforts to correct misconceptions about joy and humor in contemporary Christian life.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana masyarakat Kristen memandang kehumorisan Yesus Kristus dan dampak dari pandangan tersebut terhadap praktik kekristenan. Dengan menggunakan metode studi kualitatif deskriptif melalui kuisioner, penelitian ini mengumpulkan data dari anggota gereja Kristen yang beragam latar belakang dan denominasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kehumorisan Yesus dianggap sebagai elemen penting dalam ajaran dan kehidupan-Nya, menambah dimensi kemanusiaan yang melengkapi sifat keilahian-Nya. Analisis kuisioner mengungkapkan perbedaan dalam cara responden memahami dan menginterpretasikan kegembiraan serta humor Yesus. Meskipun ada variasi, banyak yang menyatakan bahwa kehumorisan Yesus mencerminkan empati-Nya terhadap kondisi manusia yang penuh penderitaan. Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan seimbang terhadap aspek kemanusiaan dan keilahian Yesus untuk membentuk identitas dan praktik kehidupan Kristen yang autentik. Implikasi praktis dari temuan ini meliputi perlunya dukungan untuk pendekatan inklusif dalam spiritualitas Kristen serta upaya untuk memperbaiki pemahaman yang salah mengenai kegembiraan dan kehumorisan dalam kehidupan Kristen kontemporer.
Copyrights © 2024