cover
Contact Name
Hendrik Legi
Contact Email
hendriklegi83@gmail.com
Phone
+62811484408
Journal Mail Official
hendriklegi83@gmail.com
Editorial Address
Jalan Patimura Kel. Wamena Kota Kec. Wamena Papua 99511
Location
Kab. jayawijaya,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Ap-Kain
ISSN : -     EISSN : 29864208     DOI : 10.52879
urnal Ap-Kain merupakan jurnal penelitian dan PKM bagi Mahasiswa dan Dosen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena. Jurna Ap-Kain mengundang bapak/ibu sebagai mahasiswa untuk dapat menerbitkan hasil penelitian yang dikerjakan baik bersama dosen maupun sesama mahasiswa lainnya. Kata Ap-Kain diambil dari bahasa Lembah Baliem Wamena Papua. Ap-Kain memiliki arti seorang pemimpin yang berkarisma dan dihormati, Ap-Kain bisa juga diartikan sebagai seorang pemimpin atau kepala suku.
Articles 32 Documents
Peran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Iman Anak Peserta Didik Berdasarkan 2 Timotius 3:16 Arios, Siliwanus; Tambunan, Sarina
Jurnal Ap-Kain Vol 2, No 2 (2024): Teogi dan Pendidiakn Agama Kristen (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v2i2.134

Abstract

The role of a Christian teacher is very important in supporting the growth of students' faith based on the Bible verse 2 Timothy 3: 16. In today's world, which is characterized by technology and rapid social change, we need to know that the challenges currently facing the younger generation are becoming increasingly Serious. This gets more and more complicated. Christian religious education inspired by the Word of God plays a very important role in teaching, correcting mistakes, correcting behavior, and educating children in truth. We know that Christian religious education that is comprehensive and sensitive to context can have a significant positive impact on the development of children's faith and character. Children who receive a structured Christian religious education develop a deeper understanding of the teachings of Christ, increase ethical behavior, and demonstrate the ability to face life's challenges with a strong foundation of faith. This study highlights the importance of incorporating biblical values into the curriculum and the importance of educational approaches that are relevant to the current context.AbstrakPeran sorang guru agama Kristen sangat penting dalam mendukung pertumbuhan iman anak didik berdasarkan Alkitab ayat 2 Timotius 3: 16. Di dunia saat ini, yang ditandai dengan adanya teknologi serta perubahan sosial yang cepat, perlu diketahui tantangan yang saat ini dihadapi generasi muda menjadi semakin serius. Ini menjadi semakin rumit. Pendidikan agama Kristen yang diilhami oleh Firman Tuhan sangat berperan penting dalam mengajar, mengoreksi kesalahan, mengoreksi tingkah laku, dan mendidik anak dalam kebenaran. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa kekeristenan harus menyadari bahwa pendidikan agama Kristen yang komprehensif dan peka terhadap konteks dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan iman dan karakter anak. Anak-anak yang menerima pendidikan agama Kristen terstruktur mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Kristus, meningkatkan perilaku etis, Menyelidiki dan menganalisis peran guru agama Kristen dalam mendukung pertumbuhan iman dan karakter anak didik, dengan fokus khusus pada penerapan prinsip-prinsip yang diambil dari 2 Timotius 3:16.Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam perkembangan iman dan karakter di tengah perubahan teknologi dan sosial yang cepat, serta bagaimana pendidikan agama Kristen dapat menjawab tantangan-tantangan tersebut.Mengeksplorasi dampak dari pendidikan agama Kristen yang terstruktur dan berbasis pada Firman Tuhan terhadap pengembangan pemahaman, perilaku etis, dan kebenaran dalam diri anak didik.Mengembangkan strategi pendidikan agama Kristen yang komprehensif dan peka terhadap konteks sosial dan budaya saat ini, dengan tujuan memperkuat iman dan karakter anak didik di dunia yang terus berubah. Menyimpulkan bagaimana pendidikan agama Kristen yang diilhami oleh 2 Timotius 3:16 dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan iman, moral, dan perilaku etis anak didik. Dan menunjukkan kemampuan menghadapi tantangan hidup dengan landasan iman yang kuat. Kajian ini menyoroti pentingnya memasukkan nilai-nilai alkitabiah ke dalam kurikulum dan pentingnya pendekatan pendidikan yang relevan dengan konteks saat ini.
Tantangan Dalam Kekristenan Pada Abad 21 Mengenai Konsep Soteriologi Hutagalung, Romasi Maska
Jurnal Ap-Kain Vol 1, No 2 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi (Juli 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v1i2.100

Abstract

Kekristenan mengalami tantangan dari dalam kekristenan sendiri dalam konsep keselamatan di abad 20/21 ini. Abad yang juga disebut era postmodern ini menghadirkan tantangan yang cukup serius bagi gereja yaitu kecenderungan tingkah laku manusia di abad 20/21, pluralisme teologi, konflik doctrinal dan asumsi dalam gereja tentang pemahaman doktrinal. Pemaparan tantangan ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui sumber pustaka yaitu buku-buku dan jurnal ilmiah. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pelayanan gereja di abad postmodern tentang konsep keselamatan. Gereja secara organisasi maupun sebagai organisme seharusnya mengadopsi pendekatan yang holistik dan relevan yang melibatkan pembelajaran terus-menerus tentang ajaran dasar Alkitab khususnya doktrin keselamatan.AbstrakChristianity has faced challenges from within Christianity itself regarding the concept of salvation in the 20th/21st century. This period, also known as the postmodern era, presents significant challenges for the church,including the behavioral tendencies of individuals in the 20th/21st century, theological pluralism, doctrinal conflicts and assumptions within the Church regarding doctrinal understanding. These challenges are explored through a descriptive method using lierary sources such as books and scholar journals. The finding of this study are expected to contribute to the ministry of the Church in the postmodern era regarding the concept of salvation. The church, both as organization and as an organism, should adopt a holistic and relevant approach that involves continuous learning about fundamental teachings of the Bible, particularly the doctrine of salvation.
Strategi Misi sebagai Langkah Efektif dalam Penjangkaun Petobat Baru Parhusip, Sarman; Joswanto, Andreas
Jurnal Ap-Kain Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Ap-Kain Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v1i1.62

Abstract

This article entitled Mission Strategy as an Effective Step in Reaching New Converts.  Winning the souls for Christ was the purpose of the mission performed by missionaries to fulfill the Great Commission. In this paper, it was explained how the Mission Strategy carried out became more effective in reaching new converts.   By implementing the mission strategy, the obstacles in carrying out the mission could be overcome so the mission goal became effective.   A qualitative method with a literature approach was used in this article.  The finding of this article was that the execution of the mission was initiated by God if it was traced from the history in the Old Testament. God the Father instituted enmity between the descendants of the serpent and the descendants of the woman, the descendants of the woman would crush the serpents’ head, and the descendants of the serpent would crush his heels.  The statement of God is implemented through the existence of Jesus Christ by saving the whole world so that whoever believes in Him will not perish but has eternal life.AbstrakArtikel ini mengangkat judul Strategi Misi Sebagai Langkah Efektif Dalam Penjangkaun Petobat Baru. Memenangkan jiwa bagi kristus adalah merupakan tujuan dari misi yang dilakukan oleh para misionaris dalam memenuhi amanat Agung. Di dalam tulisan ini dipaparkan bagaimana Strategi Misi yang dijalankan  menjadi lebih Efektif dalam menjangkau petobat baru? Kemudian dengan menerapkan strategi misi, apa yang menjadi hambatan-hambatan dalam menjalankan misi dapat diatasi, sehingga sasaran bermisi menjadi efektif. Metode kualitiatif dengan pendekatan studi literatur artikel ini disusun. Temuan pemaparana artikel ini bermuara pada bahwa pelaksanaan misi digagas oleh Allah jika menelusuri kehistorisasnnya dalam Perjanjian Lama. Allah bapa mengadakan permusuhan antara keturunan si ular dan keturunan perempuan, keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala si ular, dan keturunan si ular akan meremukkan tumitnya. Ungkapan Allah itu diimplementasikan melalui keberadaan Yesus Kristus dengan menyelamatkan seisi dunia agar siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh kehidupan yang kekal.
Perpuluhan Sebagai Sebuah Studi: Keharusan Atau Tanggung Jawab Kekristenan Mayopu, Yusup Amasia; Subagia, Deddy
Jurnal Ap-Kain Vol 2, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v2i1.129

Abstract

Pandangan jemaat terhadap perpuluhan, khususnya apakah mereka memandangnya sebagai kewajiban spiritual atau sebagai tanggung jawab moral dalam kehidupan keagamaan mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran, yang menggabungkan teknik kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan jemaat terhadap perpuluhan sangat bervariasi. Beberapa melihatnya sebagai kewajiban yang harus dipenuhi sebagai bagian dari iman mereka, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan moral. Faktor-faktor seperti kondisi keuangan, pemahaman teologis, dan pengaruh pemimpin gereja terbukti mempengaruhi pandangan ini. Temuan ini menyoroti pentingnya pendidikan dan komunikasi yang efektif dari pihak gereja untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan jemaat dalam praktik perpuluhan. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi gereja dalam merancang strategi pendidikan perpuluhan yang lebih efektif, yang dapat meningkatkan partisipasi jemaat dan memperkuat basis keuangan serta pelayanan gereja. Disarankan agar gereja memperhatikan aspek-aspek tersebut dalam upaya untuk membina dan mendukung jemaat dalam memberi dengan penuh kesadaran dan sukacita.AbstrakThe congregation's view of tithing, specifically whether they view it as a spiritual obligation or as a moral responsibility in their religious life. The method used is a mixed approach, which combines quantitative and qualitative techniques to obtain a comprehensive understanding. The research results show that congregations' views on tithing vary greatly. Some see it as an obligation that must be fulfilled as part of their faith, while others see it as a form of social and moral responsibility. Factors such as financial conditions, theological understanding, and the influence of church leaders have been shown to influence this view. These findings highlight the importance of education and effective communication on the part of the church to increase congregational understanding and engagement in the practice of tithing. This research provides important insights for churches in designing more effective tithing education strategies that can increase congregational participation and strengthen the church's financial and ministry base. It is recommended that churches pay attention to these aspects in an effort to foster and support the congregation in giving with full awareness and joy.
Berbusana Dalam Etis Teologis Sebagai Upaya mereduksi nilai Liberalisme di era Globalisasi Rutdiana, Eldea Happy; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Ap-Kain Vol 1, No 2 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi (Juli 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v1i2.86

Abstract

Maraknya perkembangan paham liberalis dan perkembangan globalisasi yang tak terbendung di dunia, menyuguhkan pengaruh positif dan juga ancaman dalam setiap elemen kehidupan baik sosial, politik, ekonomi dan budaya. Fenomena yang tak terbendung ini juga berpengaruh pada orang percaya dalam perubahan penampilan melalui pemilihan model busana yang mengikuti arus paham liberais yang menitik bertakan pada kebebasa. Hal ini juga di perkeruh dengan penyatuan setiap masyarakat dunia menjadi komunitas global meskipu terpisah jarak wilayah yang jauh. Oleh sebab itu penulis ingin membahas tentang berbusana etis teologis upaya mereduksi liberalisme dan globalisasi, agar orang-orang percaya dapat selektif dalam mengikuti perubahan zaman dan trend busana yang ada. Melalu metode kulaitatif deskritif dengan pendekatan literatur studi pustaka memberikan hasil bahwa etis teologis gaya berbusana adalah dengan memilih busana dan aksesori yang tetap sopan dan tidak menjadi batu sandungan, karena bagi orang percaya harus mencerminkan Kristus melalui penampilannya sehingga menjadi kesaksian. Kebahagian orang percaya tidak berdasar pada pemenuhan keingin duniawi tetapi kebahagiaan sejati karena hidup dalam kebenaran Kristus.
Peran Kreativitas Guru Kristen Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Nara Didik Boki, Patris; Pahabol, Natan; Marampa, Elieser R
Jurnal Ap-Kain Vol 2, No 2 (2024): Teogi dan Pendidiakn Agama Kristen (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v2i2.136

Abstract

This article examines the role of Christian teachers‘ creativity and learning motivation on students’ achievement. The purpose of this study is to analyse the extent to which teachers‘ creativity in teaching and students’ learning motivation affect their academic outcomes. The research method used is a descriptive qualitative approach with a literature study approach. It can be concluded that teacher creativity in delivering subject matter has a significant impact on student learning motivation. In addition, learning motivation is proven to be a key factor in improving students' academic achievement. The findings emphasise the importance of developing creative and effective teaching strategies to enhance learning motivation and, in turn, students' academic achievement in the context of Christian education. The role of the teacher also greatly influences students' learning motivation, hence the teacher should be able to adjust himself/herself with students so that they get a comfortable and pleasant learning atmosphere.AbstrakArtikel ini mengkaji peran kreativitas guru Kristen dan motivasi belajar terhadap prestasi peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana kreativitas guru dalam mengajar dan motivasi belajar siswa memengaruhi hasil akademik mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskritif dengan pendekekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas guru dalam menyampaikan materi pelajaran memiliki dampak signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Selain itu, motivasi belajar terbukti menjadi faktor kunci dalam peningkatan prestasi akademik peserta didik. Temuan ini menekankan pentingnya mengembangkan strategi pengajaran yang kreatif dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar dan, pada gilirannya, prestasi akademik siswa dalam konteks pendidikan Kristen dan. Peran guru juga sangat mempengaruhi motivasi belajar siswa, maka dari itu guru harus bisa menyesuaikan dirinya dengan siswa agar mereka mendapatkan kenyamanan dan suasana belajar yang menyenangkan.
Tinjauan Teologis – Psikologis Gaya Praise & Worship Gereja Denominasi Kharismatik bagi Kehidupan Rohani Jemaat Purwonugroho, Daniel Pesah; Susanti, Ruth Natalia
Jurnal Ap-Kain Vol 2, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v2i1.119

Abstract

The distinctive value of charismatic churches lies in their approach to the experience of praise and worship, characterized by a unique style. Music plays a crucial role in charismatic churches, serving as the foundation of their worship practices. In addition to music, bodily movements are commonly observed and considered a natural expression in the worship style of charismatic churches. The incorporation of bodily movements adds a tactile and visual dimension to the spiritual experience of the congregation. This particular style of praise and worship not only deepens the faith of the congregation but also has the potential to positively impact their mental well-being. By engaging in this worship style, congregants can achieve a profound sense of spiritual fulfillment and heightened awareness of God's presence. Moreover, participants often report experiencing a sense of internal renewal, along with increased positive emotions and emotional well-being when engaging in the worship activities of charismatic churches. Through qualitative and descriptive analysis, the author seeks to examine various aspects of praise and worship in charismatic churches. It is evident that the charismatic church's approach to praise and worship offers numerous benefits that contribute to the spiritual enrichment and overall well-being of its members. The positive and holistic effects of the charismatic church's praise and worship style on the spiritual life of the congregation are thoroughly explored in the author's review.AbstrakNilai khas gereja karismatik terletak pada pendekatannya terhadap pengalaman praise worship, yang ditandai dengan gaya yang unik. Musik memainkan peran penting dalam gereja karismatik, berfungsi sebagai landasan praktik ibadah mereka. Selain musik, gerak tubuh umumnya diamati dan dianggap sebagai ekspresi alami dalam gaya ibadah gereja karismatik. Penggabungan gerak tubuh menambah dimensi sentuhan dan visual pada pengalaman spiritual jemaat. Gaya praise worship khusus ini tidak hanya memperdalam iman jemaat tetapi juga memiliki potensi untuk berdampak positif pada kesejahteraan mental mereka. Dengan terlibat dalam gaya ibadah ini, anggota jemaat dapat mencapai rasa pemenuhan rohani yang mendalam dan kesadaran yang tinggi akan kehadiran Tuhan. Selain itu, peserta sering melaporkan mengalami rasa pembaruan internal, bersama dengan peningkatan perasaan positif dan kesejahteraan emosional ketika terlibat dalam kegiatan ibadah gereja yang karismatik. Melalui penelitian analisis kualitatif dan deskriptif, penulis berusaha untuk memeriksa berbagai aspek praise worhsip gereja karismatik. Jelas bahwa pendekatan gereja karismatik terhadap praise worship menawarkan berbagai manfaat yang berkontribusi pada pengayaan spiritual dan kesejahteraan keseluruhan anggotanya. Efek positif dan holistik dari gaya praise worship gereja karismatik terhadap kehidupan spiritual jemaat dieksplorasi secara menyeluruh dalam ulasan penulis.
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa” Hermanugerah, Prima; Lasino, Lasino; Harefa, Roshayati
Jurnal Ap-Kain Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Ap-Kain Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v1i1.57

Abstract

 A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church is just a slogan without any real action. This is what is often experienced by the church, the church programs are very numerous but cannot be implemented properly. A visionary church means a church that is willing to open itself as wide as possible and can answer any problems or problems that exist in the environment around the church. For this reason, the author tries to explore how to become a visionary church that has a calling to make disciples, because currently many churches only make disciples of local congregations who in fact have joined in worship but the church has not dared to get out of its comfort zone to make disciples of the nation, especially children who live on a street that the church often ignores. This does not mean that the church takes over the government's program to alleviate poverty, but at least the church can provide answers for those who need a helping hand and the church can support the spiritually mature lives of people who have been marginalized and neglected. In order for the church to carry out the great mandate and become a visionary church, the church must make disciples of the people around the church, especially the children who live on the streets, so that the church becomes a church that has an impact on society. Therefore, the writer would like to briefly describe the matters related to and support the visionary church in carrying out the call to make disciples, especially for children who live on the streets. The author uses the literature study method that can help the author to explain more details in this writing.AbstrakGereja yang visioner menjadi idaman bagi setiap gembala dan jemaat gereja, tetapi dalam kenyataan yang ada sekarang ini gereja tidak melakukan seperti yang diinginkan dan diharapkan sehingga gereja yang visioner hanya menjadi slogan saja tanpa ada tindakan yang nyata. Inilah yang sering dialami oleh gereja, program-program gereja yang sangat banyak tetapi tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Gereja yang visioner berarti gereja yang mau membuka diri seluas-luasnya dan dapat menjawab setiap persoalan atau masalah yang ada di lingkungan sekitar gereja. Untuk itu penulis berusaha mengupas bagaimana menjadi gereja visioner yang memiliki panggilan memuridkan, karena saat ini banyak gereja hanya memuridkan jemaat-jemaat lokal yang notabene sudah tergabung dalam ibadah tetapi gereja belum berani untuk keluar dari zona nyaman untuk memuridkan bangsa secara khusus anak-anak yang hidup di jalanan yang sering di abaikan oleh gereja. Bukan berarti gereja mengambil alih program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tetapi paling tidak gereja dapat memberi jawaban bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan dan gereja dapat menopang kehidupan kedewasaan rohani orang-orang yang selama ini terpinggirkan dan terabaikan. Agar gereja dapat melaksanakan amanat agung dan menjadi gereja visioner, maka gereja harus memuridkan orang-orang yang ada di sekitar lingkungan gereja khususnya anak-anak yang hidup di jalanan, sehingga gereja menjadi gereja yang berdampak bagi masyarakat. Oleh sebab itu penulis hendak menguraikan secara singkat tentang hal-hal yang berkaitan dan menunjang gereja visioner dalam melaksanakan panggilan memuridkan secara khusus anak-anak yang hidup di jalanan. Penulis menggunakan metode studi literature kepustakaan yang dapat membantu penulis untuk menjelaskan lebih detail dalam penulisan ini
Transformasi Akal Budi dalam Roma 12:2 dan Dampaknya terhadap Pertobatan Jemaat Kristen : Sebuah Studi Eksegesis Purwonugroho, Daniel Pesah
Jurnal Ap-Kain Vol 2, No 2 (2024): Teogi dan Pendidiakn Agama Kristen (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v2i2.120

Abstract

The transformation of the mind is essential for every believer. The transformation of the mind leads to repentance, which brings about a change in the life of every believer. This transformation is necessary for the congregation of believers to achieve moral, ethical, and spiritual values in their lives. The transformation of the mind leads the congregation to dedicate their lives to ecclesiastical service. This can be achieved if the transformation of the mind is carried out within the framework of Romans 12:2. Romans 12:2 provides the fundamental basis for the life of believers to experience a transformation of the mind that leads to repentance. Through a descriptive qualitative approach, the author attempts to exegetically analyse Romans 12:2 to uncover the true meaning of the transformation of the mind that leads to repentance. Proper exegetical analysis indicates that Romans 12:2 brings about a renewal of the mind that results in repentance, thereby transforming the lives of believers in accordance with the truth of God's Word and having a spiritual impact on the lives of believers.AbstrakArtikel ini disusun untuk menelusuri transformasi akal budi dalam Roma 12:2 secara eksegetikal dan dampaknya bagi kehidupan rohani jemaat. Transformasi akal budi adalah hal yang dibutuhkan oleh setiap orang percaya. Transformasi akal budi akan mendatangkan pertobatan yang membawa setiap orang percaya kepada sebuah perubahan hidup. Transformasi akal budi dibutuhkan oleh jemaat orang percaya agar nilai moral, etis dan spiritual dapat tercapai dalam kehidupan jemaat orang percaya. Transformasi akal budi membawa jemaat mendedikasikan hidupnya bagi pelayanan gerejawi. Hal tersebut dapat dicapai apabila transformasi akal budi dilaksanakan dalam kerangka Roma 12:2. Roma 12:2 memberikan basis fundamental dalam kehidupan orang percaya agar dapat mengalami transformasi akal budi yang membawa jemaat mengalami pertobatan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba mengurai Roma 12:2 secara eksegetikal untuk mendapatkan makna sesungguhnya transformasi akal budi yang memberi dampak kepada pertobatan. Analisis eksegesis yang tepat menyatakan bahwa Roma 12:2 membawa sebuah pembaharuan akal budi yang mendatangkan pertobatan sehingga kehidupan orang percaya dapat berubah sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan serta memberi dampak secara spiritual bagi kehidupan orang percaya.
Strategi Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Menghadapi Gaya Hidup Hedonisme di Kalangan Remaja Usia 15-18 Tahun Sianturi, Haraitoni D.; Marampa, Elieser R; Simanjuntak, Eddy; Setiawan S.K, Yusuf
Jurnal Ap-Kain Vol 1, No 2 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi (Juli 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v1i2.93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi guru pendidikan agama Kristen dalam menghadapi gaya hidup hedonisme remaja di kalangan usia 15-18 tahun. Dengan menggunakan metode kepustakaan yaitu mengumpulkan sumber-sumber literatur dari artikel jurnal,hasil penelitian sebelumnya, buku-buku pdf, drive, internet dan sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian. Adapun hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa; Guru pendidikan agama Kristen memegang peran strategis untuk membimbing dan mengarahkan setiap remaja agar tidak terjebak dalam kehidupan yang hedonisme melalui langkah-langkah strategis seperti: 1) Mengajarkan remaja praktik bersyur; 2) Membimbing remaja dalam pengembangan empati dan kasih kepada sesama; 3) Memberikan pendidikan religious yang mengutamakan pemahaman dan praktik membaca Alkitab sebagai elemen sentral dalam perkembangan rohani; 4) Mendorong pemikiran positif sebagai metode kognitif dalam menghadapi berbagai aspek kehidupan; 5) Mendidikan remaja agar menginternalisasi disiplin sebagai komponen integral dalam gaya hidupnya.

Page 1 of 4 | Total Record : 32