Beban pembuktian merupakan elemen krusial dalam sistem hukum perdata, terutama dalam perkara perdata komersial. Dalam konteks ini, beban pembuktian menentukan pihak mana yang harus mengajukan bukti untuk mendukung klaim atau pembelaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengeksplorasi peran ahli dalam memenuhi beban pembuktian dalam kasus perdata komersial. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan praktisi hukum dan ahli, sementara pendekatan kuantitatif melibatkan analisis data dari kasus-kasus perdata yang telah diselesaikan di pengadilan. Desain penelitian menggunakan deskriptif-analitis untuk menggambarkan dan mengevaluasi peran ahli dalam konteks pembuktian hukum perdata. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kontribusi ahli dalam proses pembuktian dan mengevaluasi dampak nyata dari kesaksian ahli terhadap hasil kasus. Pengumpulan data menggabungkan wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan di persidangan, dan studi literatur. Analisis data dilakukan secara cermat untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran ahli sangat signifikan dalam menjamin keputusan yang didasarkan pada bukti yang kuat dan objektif, serta membantu mengklarifikasi isu-isu teknis yang kompleks dalam kasus perdata komersial.
Copyrights © 2024