Anak dari ibu tunggal sering digambarkan pada pandangan buruk masyarakat dan kesulitan ekonomi. Anak-anak yang tumbuh tanpa ayah dapat menunjukkan sifat tahan banting yang tinggi dalam mengatasi tantangan kehidupan. Transformasi dari masa kanak-kanak ke fase dewasa tanpa ayah, anak-anak ini menunjukkan kemampuan untuk menghindari kenakalan remaja dan memandang kehidupan sebagai tanggung jawab pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk memahami aspek hardiness pada anak yang dibesarkan oleh ibu tunggal. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan panduan wawancara yang didasarkan pada teori hardiness dari Kobassa (dalam Herliany, 2023). Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dan analisis data yang diperoleh. Hardiness pada wanita yang diasuh oleh single mother ini diwujudkan dalam tanggung jawab, penyelesaian konflik, dan kemampuan mengatasi stres. Faktor-faktor seperti kemampuan kognitif, strategi koping, dan gaya optimis juga mempengaruhi sifat tahan banting . Meskipun perpisahan orang tua dapat berdampak negatif, namun anak yang diasuh ibu tunggal dengan sifat tahan banting yang tinggi dapat menghadapi kehidupan dengan penuh optimisme.
Copyrights © 2024