Demam tifoid merupakan salah satu masalah kesehatan di daerah tropis terutama di negara-negara berkembang dikarenakan termasuk penyakit menular endemik. Biaya pengobatan demam tifoid termasuk tinggi sehingga menjadi faktor meningkatnya angka kesakitan hingga kematian pada penderita demam tifoid. Penggunaan antibiotik belum tentu bisa menjamin efektifitas perawatan pasien karena biaya yang relatif tinggi. Tujuan penelitiannya ini adalah untuk mengetahui pengobatan antibiotik yang paling cost-effective pada pasien demam tifoid rawat inap di Rumah Sakit. Metode yang digunakan yaitu dengan systematic literature review yang dilakukan dengan mencari artikel yang terkait dengan cost- effectiveness analysis pada pasien demam tifoid rawat inap di rumah sakit yang telah dipublikasikan dalam bentuk jurnal penelitian. Data perbandingan efektivitas biaya pengobatan antibiotik dianalisis dengan rumus ACER. Kelompok terapi antibiotik seftriakson pada pasien demam tifoid yang Rawat Inap di Rumah Sakit merupakan kelompok terapi yang paling cost-effective berdasarkan lama rawat inap yang paling singkat yaitu 2,8 hari. Sedangkan kelompok terapi kloramfenikol merupakan terapi paling cost-effective berdasarkan nilai ACER yaitu sebesar Rp. 242.082
Copyrights © 2021