Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah yang disebabkan oleh kurangnya produksi hormon insulin dalam tubuh atau penurunan fungsi insulin yang ditandai dengan tidak aktifnya protein GLP-1. Biji trebesi diduga iketahui memiliki efek sebagai anti diabetic yang belum diketahui senyawa aktif tersebut sebagai penurun kadar glukosa dalam darah. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui prediksi sifat fisikokimia dan farmakokinetik serta mekanisme senyawa aktif biji trembesi dengan studi In Silico. Metode: Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian eksperimental berbasis komputer dengan menggunakan uji in silico atau molecular docking Prosedur kerja pada penelitian ini yaitu memprediksi sifat fisikokimia, farmakokinetik, toksisitas, dan molecular docking dengan membandingakn antara senyawa aktif biji trembesi dan senyawa pembanding berupa omarigliptin dengan target protein GLP-1. Simpulan: Hasil uji in silico menunjukkan bahwa ɑ-spinasterol dan palmitic acid yang terdapat pada biji trembesi memiliki sifat fisikokimia, farmakokinetik (ADME), dan toksisitas yang lebih baik dibandingkan omarigliptin. Berdasarkan uji in silico senyawa aktif biji trembesi memiliki nilai afinitas ikatnya kurang dari 10 dengan residu asam amino yang mengikat sisi aktif protein GLP-1 yaitu Tyr69, Leu123, Trp91, dan Leu89 yang sama dengan residu asam amino senyawa pembanding yaitu omarigliptin. Adanya hal tersebut senyawa yang terkadung pada biji trembesi dapat diprediksi untuk dijadikan obat penyakit diabetes melitus.
Copyrights © 2021