Latar Belakang: Ketersediaan obat menjadi kunci utama dalam pelayanan obat pada masyarakat. Pengendalian persediaan penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan atau bahkan sampai tidak tersedianya obat dan alat kesehatan dalam masa pendemi ini . Tujuan: Untuk melakukan evaluasi persediaan dengan metode ABC di apotek Punjer Santosa. Untuk menganalisa frekuensi item obat kosong dan item obat tidak tersedia dan pengaruhnya terhadap kunjungan pasien ke apotek Punjer Santosa Metode: Analisa Deskritif kuntitatif. Hasil:.Penurunan Frekuensi item obat kosong dan item obat tidak tersedia sebesar 36,20% dan kenaikan kunjungan pasien sebesar 1,2% selama periode Januari - Desember 2020. Kesimpulan: Kelompok A sebanyak 125 item obat (16,02 %) yang menggunakan dana sebesar Rp 98.390.716,- (74,92%). Kelompok B sebanyak 279 item obat (35,76 %) dana sebesar Rp 26.343.035,- (20,06%), kelompok C sebanyak 376 item obat (48,20 %) dana sebesar Rp 6.591.357,- ( 5,02 % )dari seluruh dana yang tersedia Kunjungan pasien ke apotek realtif stabil walaupun frekuensi item obat kosong dan item obat tidak tersedia dengan kondisi fluktuatif
Copyrights © 2021