Daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius Mill) merupakan bagian tanaman yang terdapat sejumlah senyawa metabolit sekunder guna pengobatan segala penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya senyawa flavonoid pada rendemen ekstrak daun pepaya jepang yang diekstrak menggunakan metode sokhletas. Identifikasi kandungan metabolit sekunder, serta identifikasi senyawa flavonoid menggunakan metode KLT (kromatografi lapis tipis). Metode ekstraksi pada penelitian ini menggunakan metode sokhletasi dengan pelarut etanol 70%. Analisis senyawa flavonoid serta skrining fitokimia dengan kromatografi lapis tipis dilakukan pada ekstrak daun pepaya jepang. Hasilnya memperlihatkan bahwasanya metode sokhletasi memproduksi rendemen yang cukup tinggi yakni 21,889%. Rendemen ekstrak bisa terpengaruh atas sejumlah aspek, misalanya metode dan waktu ekstraksi, serta jenis pelarut. Skrining fitokimia dengan metode ekstraksi pada daun pepaya jepang mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenolik, serta terpenoid. Identifikasi senyawa flavonoid dipertegas melalui KLT memakai fase gerak n-butanol : asam asetat : air (4:1:5) dengan pembanding kuersetin. Penelitian ini juga menunjukkan hasil tidak teridentifikasi adanya senyawa kuersetin tetapi positif terdapat senyawa flavonoid yang diperlihatkan melalui kemiripan nilai Rf
Copyrights © 2023