Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EFEK PEMBERIAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizu) TERHADAP PERUBAHAN KADAR TRIGLISERIDA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN YANG DIBERIKAN DIET TINGGI LEMAK werdiningsih, Wiwik
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.705 KB)

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia merupakan abnormalitas profil lipid dalam serum, salah satunya adalah peningkatan kadar trigliserida serum. Kulit buah naga merah  (Hylocereus polyrhizus) mengandung flavonoid, tanin, alakaloid steroid dan vitamin C dapat digunakan untuk memperbaiki profil lipid pada dislipidemia. Tujuan: Membuktikan bahwa pemberian kulit buah naga merah dapat memperbaiki trigliserida. Metode: Jenis penelitian ini eksperimental murni, dengan menggunakan rancangan random post test only control grup desaign.menggunakan hewan coba sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur wistar. Pengukuran kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. Data dianalisis secara statistik dengan uji One Way Anova. Hasil: Rerata trigliserida hewan coba yang mendapat diet tinggi lemak dan freeze dried  kulit buah naga merah selama 4 minggu mengalami penurunan rerata sebesar 13,50 mg/dl (dosis 0,72 g/200 g), 20,00 mg/dl(dosisi 1,08 g/200 g) dan 23,00 mg/dl (dosis 1,44 g/200 g). Pada uji varian Anova memperlihatkan bahwa kadar trigliserida berbeda secara signifikan antar kelompok (p > 0,05). Kesimpulan: penelitian menunjukkan bahwa kulit buah naga merah dosis 1.44 gram dapat digunakan untuk menurunkan kadar trigliserida pada tikus jantan dyslipidemia.Saran:Penelitian selanjutnya dapat dimungkinkan untuk memperbaiki profil lipid yang lain seperti kolesterol.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOL DARI DAUN SRIKAYA (Annona squamosal L) SERTA AKTIVITAS SEBAGAI ANTIOKSIDAN Wiwik Werdiningsih; Assolychatu zahro
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Asap rokok dan asap kendaraan bermotor dapat  menyebabkan pencemaran udara. Apabila berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan penyakit degenerative. Kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh dapat diatasi oleh antioksidan. Daun srikaya mengandung antioksidan seperti flavonoid, total fenol, glikosida, alkaloid, saponin, tanin. Tujuan: menetapkan kadar flavonoid dan fenol dari daun srikaya yang diekstrak serta aktivitas antioksidan. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan screening fitokimia, penentuan kadar  flavonoid total dan uji aktifitas antioksidan daun srikaya dengan metode DPPH. Hasil: Daun srikaya 1 kg dengan pelarut etanol menghasilkan ekstrak dengan rendemen 29.312 g. Skrining fitokimia positif jika mengandung flavonoid, fenolik, alkaloid dan tanin. Kadar senyawa fenolik dan flavonoid sebesar 1.43 μg GAE/mg dan 0.0317 μg QE/mg, sedangkan nilai IC50 sebesar 60.437 ppm. Kesimpulan: Penelitian ini  menunjukkan bahwa semakin besar kadar fenolik dan flavonoid total pada daun srikaya maka akan semakin tinggi aktivitas antioksidannya.
DETERMINATION OF 70% Ethanol EXTRACT FLAVONOID TOTAL LEVELS BINAHONG (Anredera cordifolia [Ten] Steenis) LEAVES IN PELEM VILLAGE, TANJUNGANOM, KAB. NGANJUK Wiwik Werdiningsih; Nurjanah Tia Pratiwi; Ninis Yuliati
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i2.66

Abstract

Binahong leaves (Anredera cordifolia [Ten] Steenis) belonging to the Basellaceae family contain flavonoid compounds, saponins, and polyphenolic alkaloids. The largest secondary metabolites of phenolic compounds are flavonoids which have pharmacological effects such as antioxidants. This study aims to determine the flavonoid content of binahong leaves (Anredera cordifolia [Ten] Steenis) from Pelem village in 70% ethanol solvent. This study uses a pure experimental method. The extract was obtained by maceration method with 70% ethanol as solvent. The maceration process was carried out for 3 days with repeated maceration 2 times and occasionally shaking. After the viscous extract was obtained, qualitative tests were carried out for flavonoid screening and determination of flavonoid content using UV-Vis spectrophotometry. The qualitative test results of 70% ethanol extract proved to contain flavonoids. Based on the results of this study, it can be concluded that the determination of total flavonoid levels using the UV-Vis spectrophotometer method was obtained at 0.1842% (w/w).
UJI KANDUNGAN SENYAWA BORAKS PADA MIE AYAM DI WILAYAH BANDAR KOTA KEDIRI Wiwik Werdiningsih
Cross-border Vol. 6 No. 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sodium borate |functions as a preservative but is dangerous like boric acid so it is prohibited from being used in food products. This study was conducted to determine the borax content in chicken noodles sold in Kediri City. The samples used in this study were taken from 5 chicken noodle traders in the Bandar Kota Kediri area. The methods used include flame test and tumeric paper test. For the flame test after the noodle sample is incandescent, if the result is a blue flame, it means that it does not contain borax. If the flame test is green, it shows a positive result containing borax. For tumeric paper test, if it gives a yellow color, it shows negative, it does not contain borax. The tumeric test shows a positive result if the tumeric paper gives it a brick-red color. The results of this study showed that wet noodles circulating in the Bandar Kota Kediri area did not contain borax.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK ETANOL KULIT UMBI BIT (BETA VULGARIS L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS WIWIK WERDININGSIH WERDININGSIH
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v10i2.749

Abstract

Umbi bit (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan antioksidan cukup tinggi. Umbi bit dikonsumsi masyarakat hanya bagian daging sedangkan kulitnya dijadikan limbah. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa ekstrak umbi bit memiliki senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu golongan senyawa yang memiliki khasiat sebagai antioksidan yang mudah ditemukan di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada kulit umbi bit dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan baku pembanding kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit umbi bit memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan terpenoid. Hasil penelitian dengan metode kromatografi lapis tipis diperoleh nilai Rf sebesar 0,87 dan menghasilkan warna merah. Hasil dengan metode spektrofotometri UV-vis diperoleh hasil 262,2 mg QE. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit umbi bit (Beta vulgaris L.) positif (+) mengandung flavonoid dengan kadar sebesar 262,45 mg QE/ g ekstrak.
COUNSELING ON THE USE OF FAMILY MEDICINAL PLANTS (TOGA) WERDININGSIH, WIWIK WERDININGSIH
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dadapan Village is an urban area but is categorized as a disadvantaged village because its location is quite far from the center of Kediri city, so this hamlet is a hamlet that can be categorized as a rural area. Most of the people in Dadapan hamlet are housewives. The area of Dadapan hamlet is quite large and not too dense, so there are still many large yards in the hamlet. Residents in Dadapan hamlet are used to using the yards around their houses to plant various types of plants. Of the various kinds of plants that live in people's yards, many of them are plants that can be used as traditional medicinal plants. Some residents sometimes use these plants to treat health complaints, but their use is not optimal because so far the use of traditional medicinal plants has only been based on the opinions of friends or neighbors. It is feared that the use of traditional medicines that do not comply with the rules could reduce the efficacy of the medicine itself. If it is used too much, it is feared that it will also have toxic effects that will harm society. By using the method of educating the public about the TOGA utilization program at the PKK meeting on Sunday 14 January 2024, it is hoped that it will provide the public with insight into the use of TOGA to be managed into medicinal preparations to improve family health. The results of the posttest showed that 100% of the community understood and could explain the use of TOGA for family health.
Analisis Kadar Senyawa Tanin Ekstrak Etanol Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS Werdiningsih, Wiwik; Fitria, Faizatul
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13979

Abstract

Japanese papaya plant (Cnidoscolus aconitifolius) can be used for traditional medicine such as antidiarrheal, antibacterial and antioxidant. The purpose of this study was to measure the levels of tannin compounds from the extraction of Japanese papaya leaves. This research method uses descriptive to measure the levels of tannin compounds in Japanese papaya leaf extract with UV-Vis spectrophotometry. Determination at Materia Medica Indonesia (MMI) to determine the maximum wavelength, determination of operating time, and determination of tannin content in the sample. The results showed that (1) quantitative test results with a maximum wavelength of 723 nm obtained an average tannin content of 36.782 mg TAE / g extract; (2) method validation test and the results met the requirements, namely the linearity test results obtained correlation coefficient (r2) s 0.9954; (3) accuracy test results of 98-102%; (4) precision test results RSD of 0.097%; (5) LOD and LOQ test results obtained 1.899 ppm and 5.755%.
PREDIKSI DRUGLIKENESS DAN POTENSI AKTIVITAS BIOLOGIS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica) Muslikh, Faisal Akhmal; Suryanto; Nahdhia, Nadhifatun; Susilawati, Delis; Sari, Fita; Nugroho, Septiawan; Werdiningsih, Wiwik; Basuki, Dewy
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i1.264

Abstract

Indonesia memiliki biodiversitas tinggi yang mencakup berbagai spesies tumbuhan dengan potensi farmakologi, salah satunya Tamarindus indica (asam jawa). Daun tanaman ini mengandung beragam senyawa metabolit sekunder, seperti Isovitexin, Isovitexin 2’-O-Arabinoside, Orientin, (-)-Epicatechin, dan Hexadecanamide, yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prediksi drug-likeness dan aktivitas farmakologi senyawa tersebut menggunakan pendekatan in silico. Analisis dilakukan dengan SwissADME untuk menilai kepatuhan terhadap aturan Lipinski dan Way2Drug PASS online untuk memprediksi potensi aktivitas farmakologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dua dari lima senyawa memenuhi aturan Lipinski sepenuhnya, sementara yang lainnya memiliki satu hingga tiga pelanggaran, yang dapat memengaruhi ketersediaan hayati oralnya. Prediksi aktivitas biologis menunjukkan bahwa senyawa-senyawa ini memiliki potensi sebagai agen hepatoprotektif, antioksidan, kardioprotektif, dan kemopreventif, serta berperan dalam regulasi berbagai jalur biologis seperti ekspresi TP53 dan HIF1A. Selain itu, analisis boiled egg diagram menunjukkan bahwa beberapa senyawa memiliki permeabilitas tinggi terhadap sawar darah-otak, yang dapat meningkatkan potensinya dalam terapi berbasis sistem saraf pusat. Studi ini memberikan wawasan awal mengenai potensi farmakologis senyawa dalam daun asam jawa, namun penelitian lebih lanjut melalui uji in vitro dan in vivo diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitasnya dalam pengembangan obat herbal.
LITERATURE REVIEW ANALISIS KADAR KAFEIN DALAM KOPI BUBUK (Coffea canephora P.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Werdiningsih, Wiwik; Prodyanatasari, Arshy
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v5i1.132

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman yang berasal dari seduhan biji kopi yang sudah diproses menjadi bubuk. Kopi memiliki kandungan kafein yang bermanfaat secara klinis, namun ada efek samping yang ditimbulkan jika mengkonsumsi kafein berlebihan, yaitu gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual, dan kejang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jurnal yang membahas tentang kandungan kadar kafein dalam kopi bubuk di Kota Palu dan Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS. Metode yang digunakan adalah systematic literatur review (SLR). Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 2 jurnal. Data dianalisis dengan mencari kesamaan (compare), ketidaksamaan (contrast), memberikan pandangan (criticize), menggabungkan (synthesize), meringkas (summarize) yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian didapatkan kadar kafein dalam kopi bubuk di Kota Palu terendah adalah 0,83% dan tertinggi adalah 2,63%. Kadar kafein dalam kopi bubuk di Kota Bengkulu terendah adalah 0,14% dan tertinggi adalah 2,03%. Terdapat 2 sampel kopi bubuk di Kota Palu dan 2 sampel kopi bubuk di Kota Bengkulu yang meniliki kadar kafein tidak sesuai dengan syarat SNI 01-3542-2004. Hal ini dikarenakan perbedaan lokasi tumbuh tanaman kopi yang berbeda-beda tempat sehingga mempengaruhi nilai kadar kafeinnya yang terkandung di dalam kopi.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK ETANOL KULIT UMBI BIT (BETA VULGARIS L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS WERDININGSIH, WIWIK WERDININGSIH
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v10i2.749

Abstract

Umbi bit (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan antioksidan cukup tinggi. Umbi bit dikonsumsi masyarakat hanya bagian daging sedangkan kulitnya dijadikan limbah. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa ekstrak umbi bit memiliki senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu golongan senyawa yang memiliki khasiat sebagai antioksidan yang mudah ditemukan di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada kulit umbi bit dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan baku pembanding kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit umbi bit memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan terpenoid. Hasil penelitian dengan metode kromatografi lapis tipis diperoleh nilai Rf sebesar 0,87 dan menghasilkan warna merah. Hasil dengan metode spektrofotometri UV-vis diperoleh hasil 262,2 mg QE. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit umbi bit (Beta vulgaris L.) positif (+) mengandung flavonoid dengan kadar sebesar 262,45 mg QE/ g ekstrak.