Celosia merupakan salah satu kelompok tumbuhan C3 dari famili Amaranthaceae yang telah banyak dimanfaatkan sebagai obat. Tumbuhan ini berkhasiat antara lain sebagai antiinflamsi dan menghentikan pendarahan. Hal ini diduga disebabkan oleh kandungan minyak lemak, kaempferitrin, amarantin, dan pinitol, pada bagian bunga yang berwarna merah dan kandungan saponin, flavonoida, dan polifenol pada daun. Celosia memiliki banyak varian berdasarkan bentuk dan warna bunga maupun daun. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol beberapa sampel bunga Celosia yang tumbuh di wilayah Jawa Timur. Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) digunakan untuk menguji komponen fitokimia pada sampel bubuk bunga kering yang diekstrak dengan etanol. Kuantifikasi kandungan pigmen betasianin dilakukan dengan metode spektrofotometri. Kandungan total fenol diukur dengan spektrofotometer menggunakan reagen Follin-Ciocalteu. Aktivitas antioksidan diukur berdasarkan metode DPPH, ABTS dan FRAP dan selanjutnya hubungannya dengan kandungan total fenol dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga Celosia mengandung alkaloid, saponin/tanin, flavonoid dan polifenol dan pigmen betasianin. Ekstrak bunga Celosia TW1 memiliki kandungan total fenol dan kapasitas antioksidan paling tinggi dibanding sampel bunga yang lain. Sebagian besar ekstrak bunga Celosia memiliki kemampuan tinggi menangkap radikal bebas tetapi kemampuan reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ rendah.  Kata kunci: Celosia, etanol, fitokimia, khromatografi lapis tipis
Copyrights © 2015