SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
Vol 8, No 2 (2024): June

Pelatihan digital marketing hasil pertanian untuk meningkatkan pendapatan usaha di desa Tapus

Lili Syafitri (Universitas Indo Global Mandiri)
Reny Aziatul Pebriani (Universitas Indo Global Mandiri)
Roswaty Roswaty (Universitas Indo Global Mandiri)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2024

Abstract

 AbstrakDesa Tapus sebagai komunitas pertanian, memiliki potensi besar dalam menghasilkan produk pertanian berkualitas tinggi. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah dalam memasarkan produk-produk mereka secara efektif dan mencapai pasar yang lebih luas masih sangat terbatas. Hal ini dikarenakan lemahnya distribusi sehingga sulit untuk petani menjual produknya, distribusi merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi petani di Desa Tapus. Terbatasnya distribusi sebagai wadah penjualan, berdampak pada masih rendahnya tingkat kesejahteraan petani. Alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yaitu melalui pemasaran secara digital atau online. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dimulai dari tahap pertama yaitu persiapan, melakukan perizinan dan survei lapangan. Tahap kedua yaitu kegiatan pengabdian masyarakat melalui focus group discussion (FGD) dan sosialisasi konsep pemasaran online dengan metode seminar. Tahap ketiga yaitu evaluasi kegiatan melalui metode evaluasi CIPP (Context, Input, Process dan Product). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan petani terhadap pemasaran online. Petani pun turut berpartisipasi secara aktif dalam proses kegiatan diskusi.Top of Form kata kunci: digital Marketing; Hasil Pertanian; Pendapatan; Usaha. AbstractTapus Village, as an agricultural community, has great potential in producing high quality agricultural products. However, the main challenge faced is in marketing their products effectively and reaching a wider market which is still very limited. This is due to weak distribution making it difficult for farmers to sell their products. Distribution is one of the problems often faced by farmers in Tapus Village. Limited distribution as a sales platform has an impact on the low level of farmer welfare. An alternative that can be implemented to improve farmers' welfare is through digital or online marketing. The community service activities carried out start from the first stage, namely preparation, carrying out permits and field surveys. The second stage is community service activities through focus group discussions (FGD) and socialization of online marketing concepts using the seminar method. The third stage is the activity evaluation stage through the CIPP (Context, Input, Process and Product) evaluation method. The evaluation results show that there has been an increase in farmers' knowledge of online marketing. Farmers also participated actively in the discussion process. Keywords: digital marketing; agricultural product; income; business.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jpmb

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Control & Systems Engineering Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Environmental Science Health Professions Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Social Sciences Other

Description

SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), ...