Kota Pontianak memiliki total luas permukiman kumuh sebesar 97,6 ha yang mencakup 28 kawasan permukiman kumuh yang mana tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak. Selain kondisi fisik, kondisi sosial ekonomi masyarakat memengaruhi kondisi permukiman kumuh. Pekerjaan penduduk di sektor informal, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya tingkat pendapatan merupakan faktor sosial-ekonomi yang memengaruhi kekumuhan permukman. Pada tahun 2021, persentase masyarakat miskin di Kota Pontianak masih mencapai 4,58%, yang artinya sebanyak 4-5 orang dari 100 orang merupakan masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat permukiman kumuh di Kota Pontianak. Analisis Deskriptif Kualitatif dan metode Distribusi Frekuensi digunakan sebagai teknik analisis. Hasil penelitian ini adalah temuan terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bermukim di kawasan kumuh. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dari 28 kawasan kumuh Kota Pontianak, sebanyak 24 kawasan atau 85,71% kawasan ditinggali oleh masyarakat pekerja sektor informal pada kategori tinggi, 19 kawasan atau 67,86% kawasan ditinggali oleh masyarakat tidak tamat SMA pada kategori rendah, dan 13 kawasan atau 46,43% kawasan ditinggali oleh masyarakat yang berpendapatan kurang dari Rp578.615,04 pada kategori tinggi.
Copyrights © 2023