JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022

IDENTIFIKASI BESARAN LAHAN TERBANGUN DI SEKITAR BUNDARAN ARTERI SUPADIO

Gilang Ridho Ananto (Tanjungpura University)
Firsta Rekayasa Hernovianty (Tanjungpura University)
Agustiah Wulandari (Tanjungpura University)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2022

Abstract

Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa dapat memicu perubahan pada penggunaan lahan di suatu kawasan. Bundaran Arteri Supadio sebagai salah satu persimpangan untuk simpul kegiatan yang strategis karena berkaitan dengan Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP) sehingga perubahan pemanfaatan lahan di kawasan tersebut diperuntukkan untuk kepentingan ekonomi khususnya perdagangan dan jasa. Hal ini berpengaruh terhadap lahan terbangun dan meningkatkan kejenuhan suatu lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi besaran lahan terbangun di kawasan sekitar Bundaran Arteri Supadio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis spasial yang diaplikasikan pada lokasi yang terbagi menjadi 2 (dua) zona. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka luas lahan terbangun pada tahun 2006 sebesar 5,23 Ha (10,27%) dengan jumlah bangunan sebanyak 69 bangunan, tahun 2011 luas lahan terbangunnya sebesar 7,66 Ha (15,72%) dengan jumlah bangunan sebanyak 106 bangunan, tahun 2016 luas lahan terbangunnya 10,48 Ha (21,5%) dengan jumlah bangunan sebanyak 146 bangunan, tahun 2021 luas lahan terbangunnya 14,01 Ha (24,74%) dengan jumlah bangunan sebanyak 164 bangunan. Kegiatan yang terdapat di Koridor Jalan Arteri Supadio (Zona I) berupa industri, pendidikan, perdagangan dan jasa, peribadatan dan keagamaan, perkantoran permukiman. Kegiatan yang terdapat pada koridor Jalan Mayor Alianyang (Zona II) diantaranya yaitu perdagangan dan jasa, peribadatan dan keagamaan, permukiman, serta pertahanan dan keamanan.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...