JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022

IDENTIFIKASI PENATAAN KAWASAN PELABUHAN KUALA KOTA SINGKAWANG

Della Meitri Astari (Unknown)
Ely Nurhidayati (Unknown)
Agustiah Wulandari (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Dec 2022

Abstract

Pelabuhan Pangkalan Kuala atau biasa disebut Pelabuhan Kuala adalah salah satu pelabuhan yang berada di Kota Singkawang. Berlokasi di Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat yang merupakan satu-satunya kelurahan di Kecamatan Singkawang Barat yang berbatasan langsung dengan pesisir. Oleh karena kondisi geografisnya menjadikan Kelurahan Kuala memiliki potensi pada bidang perikanan. Namun potensi tersebut tidak didukung dengan penyediaan fasilitas berupa dermaga bagi nelayan untuk melabuhkan kapalnya. Sehingga saat ini kapal nelayan justru berlabuh pada Waterfront. Menurut RTRW Kota Singkawang Tahun 2022 – 2042, Pelabuhan Kuala akan diaktifkan kembali menjadi pelabuhan pengumpul. Sehingga perlunya dilakukan penataan kawasan pelabuhan agar dapat mengakomodir kondisi eksisting dengan rencana pengembangan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi penataan kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang yang sebelumnya berstatus pelabuhan pangkalan menjadi pelabuhan pengumpul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan variabel identifikasi kondisi eksisting aktivitas di pelabuhan dan sekitarnya, serta prasarana dan sarana seperti fasilitas pokok dan penunjang pelabuhan. Hasil penelitian adalah aktivitas terakhir pada Pelabuhan Kuala tahun 2021 adalah aktivitas bongkar muat barang dan kawasan sekitarnya adalah wisata mangrove dan kampung nelayan. Rata-rata bongkar dalam satu bulan sebesar 1.935 GT dan rata-rata muat dalam satu bulan adalah 84,5 GT. Jumlah kunjungan kapal rata-rata dalam satu bulan adalah 3 kapal. Namun saat ini sudah tidak terdapat aktivitas dikarenakan kegiatan bongkar barang justru dialihkan ke TPI Kuala bergabung dengan kegiatan perikanan. Pada saat surut kedalaman Sungai Singkawang mencapai 1,5 meter dan saat pasang mencapai 3 meter dengan lebar muara 20 meter. Prasarana dan sarana yang tersedia adalah dermaga, gudang, perkantoran, rumah dinas, dan pos penjaga dengan kondisi sudah tidak dipergunakan. Kondisi tanaman mangrove mengalami kekeringan serta banyak sampah yang menumpuk oleh aktivitas permukiman tepian sungai. Serta kondisi kampung nelayan telah dibangun waterfront agar menjadi kawasan yang bersih dan tertata.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...