JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022

PEMETAAN SEBARAN BENGKEL KENDARAAN BERMOTOR RODA 2 DAN 4 PENGHASIL LIMBAH PELUMAS BEKAS DI KOTA PONTIANAK

Natalia Ursula (Unknown)
Ely Nurhidayati (Unknown)
Gusti Zulkifli Mulki (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Dec 2022

Abstract

Pertambahan kendaraan pribadi lebih besar dibanding penggunaan kendaraan umum. Peningkatan umumnya pada kendaraan seperti kendaraan bermotor roda 2 dan 4. Peningkatan kendaraan mempengaruhi penambahan sektor usaha bengkel dalam pemeliharaan dan perbaikan. Penelitian ini akan melakukan pemetaan sebaran usaha bengkel kendaraan bermotor roda 2 dan 4 penghasil limbah pelumas bekas di Kota Pontianak. Pengumpulan data penelitian dengan observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan digitasi. Pengambilan data menggunakan sampel, yaitu 81 bengkel. Bengkel kendaraan bermotor roda 2 di Kota Pontianak memiliki klasifikasi bengkel dealer, bengkel pelayanan umum, dan bengkel pelayanan merek kendaraan tertentu. Sampel penelitian terdiri atas 10 bengkel dealer, 50 bengkel pelayanan umum, dan 3 bengkel pelayanan merek kendaraan tertentu. Bengkel kendaraan bermotor roda 4 di Kota Pontianak memiliki klasifikasi bengkel dealer dan bengkel pelayanan umum. Sampel penelitian terdiri atas 2 bengkel dealer, dan 16 bengkel pelayanan umum. Bengkel kendaraan bermotor roda 2 dan 4 memiliki tipe A, tipe B, dan tipe C. Keadaan lantai bengkel kendaraan bermotor roda 2 dan 4 terdiri atas lantai beton dan lantai keramik. Bengkel dealer dan bengkel pelayanan merek kendaraan tertentu memiliki lantai keramik, sedangkan bengkel pelayanan umum masih terdapat beberapa bengkel menggunakan lantai beton.Kata kunci: Bengkel kendaraan bermotor roda 2 dan 4, Klasifikasi Bengkel, Pemetaan

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...