Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) merencanakan transportasi perkeretaapian di Kalimantan pada tahun 2030 sebagai fasilitas mobilitas pergerakan barang terutama batu bara. Salah satu jalur Kalimantan Barat pada Lintas Timur yang direncanakan yaitu Ngabang. Konstruksi jalan rel tersebut akan ditopang oleh tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai daya dukung dari data laboratorium dan data CPT/sondir. Berdasarkan hasil analisis data tanah yang didapat dari Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Tanjungpura di Kecamatan Ngabang, kondisi tanah termasuk kategori tanah keras. Metode-metode yang digunakan untuk data laboratorium adalah metode Meyerhof, Hansen, dan Vesic. Untuk data sondir menggunakan metode Owkati, Terzaghi dan Peck, serta Meyerhof. Pada analisa penurunan menggunakan metode Schmertmann. Hasil daya dukung tanah terkecil dengan data laboratorium di titik S.20 = 293,789 kN/m2, S.21 = 289,699 kN/m2, S.22 = 272,103 kN/m2, S.23 = 166,021 kN/m2 menggunakan metode Hansen. Sedangkan, untuk data sondir di titik S.20 diperoleh 243,801 kN/m2, S.21 = 230,477 kN/m2, S.22 = 242,042 kN/m2 dan S.23 = 138,143 kN/m2 menggunakan metode Terzaghi dan Peck. Nilai penurunan fondasi pada titik S.20 0,146 cm, S.21 sebesar 0,202 cm, S.22 sebesar 0,152 cm, S.23 sebesar 27,835 cm.
Copyrights © 2023