Claim Missing Document
Check
Articles

PERKUATAN FONDASI TIANG TONGKAT KAYU BELIAN KOMBINASI MATERIAL KAYU DAN BETON FERROCEMENT (STUDI KASUS PERBAIKAN MASJID NURUL AMAL DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUSLIMIN 1 KUBU RAYA) Ridho, Abdul Haris; Priadi, Eka; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36447

Abstract

Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang memiliki sifat dan jenis tanah dominan tanah lempung lunak bahkan gambut. Jika di lokasi tersebut akan dibangun gedung sekolah, masjid, maupun gedung bertingkat misalnya, maka perlu adanya strategi yang tepat dalam perencanaan fondasi. Fungsi fondasi adalah meneruskan atau menyalurkan beban dari struktur diatasnya (upper structure). Beban tersebut harus disalurkan ke lapisan tanah yang cukup keras agar fondasi dapat memikul beban tersebut. Berdasarkan lokasi penelitian kali ini salah satu fondasi yang cocok untuk pembangunan daerah tersebut adalah fondasi tiang tongkat. Mengadaptasi kearifan budaya lokal, fondasi tiang tongkat ini masih banyak digunakan oleh penduduk setempat. Namun kondisi fondasi sering kali terjadi kerusakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki struktur fondasi tiang tongkat dengan menggunakan kombinasi material kayu belian dan beton ferrocement. Lokasi penelitian yaitu pada Masjid Nurul Amal di Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perbaikan dan perkuatan pada fondasi tidak menggunakan biaya yang terlalu besar, dapat diselesaikan dalam waktu yang cepat, serta dapat meminimalisir penurunan pada fondasi.Kata Kunci: fondasi tiang tongkat tapak ferrocement, daya dukung tanah lunak, penurunan.
UJI KEKUATAN JALAN BETON BERSIRIP YANG DIPERKAKU DENGAN CARA PENEBALAN PADA BAGIAN SIRIP Jumadi, -; Yusuf, M.; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.979 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.21886

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan pengujian secara eksperimental. Pengujian dilakukan dengan cara uji pembebanan terhadap pelat beton bersirip diatas perletakan kaku dengan ukuran skala laboratorium yaitu 40 x 40 x 20 cm dengan ketebalan 2,5 cm. Benda uji terdiri menjadi dua kelompok, yaitu 4 pelat beton bersiripdengan tulangan dan 7 tanpa tulangan. Penambahan penebalan pada sirip dilakukan dengan penebalan sisi dalam sebesar 0 °, 8,53 °, 10 °, 16,69 °, 20 °, 24,23 ° dan 30 °. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan penebalan pada sirip pelat beton dapat meningkatkan daya dukung pelat. Beban maksimum berdasarkan uji eksperimental   pelat beton dengan tulangan kemiringan 30 °, yaitu 5764,36 kg dan pelat beton tanpa tulangan kemiringan 30 ° sebesar 5694 kg. Pelat beton dengan tulangan kemiringan 20 ° yaitu 3899,33 kg dan pelat beton tanpa tulangan kemiringan 20 ° sebesar 3891,18 kg. Pelat beton dengan tulangan kemiringan 10 ° yaitu 2742,99 kg dan pelat beton tanpa tulangan kemiringan 10 ° sebesar 2931,64 kg. Pelat beton dengan tulangan kemiringan 0 ° yaitu 2457,48 kg dan pelat beton tanpa tulangan kemiringan 0 ° sebesar 2540,07 kg. Pelat beton tanpa tulangan kemiringan 24,23 ° yaitu 4498,92 kg, 16,69 ° sebesar 3487,37 kg dan 8,53 ° sebesar 3008,11 kg. Beban maksimum berdasarkan model simulasi   pelat beton dengan program SAP2000 kemiringan 0 °, yaitu 416 kg dan kemiringan 0 °, sebesar   423 kg. Perbandingan rata-rata daya dukung pelat beton bersirip berdasarkan model simulasi   dan uji eksperimental adalah sebesar 28,13%.Kata-kata kunci:           Perkerasan jalan beton, pelat beton bersirip, pelat dengan penebalan pada bagian sirip
UJI KEKUATAN PELAT BERSIRIP YANG DIPERKAKU DENGAN CARA PENEBALAN DI DAERAH SAMBUNGAN ANTARA PELAT DAN SIRIP (STUDI KASUS: PENEBALAN PADA PELAT) Setiawan, Marius; Yusuf, M; Bachtiar, Vivi
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.914 KB)

Abstract

Soil peat in Pontianak City, West Kalimantan have a low soil bearing capacity. This has an impact on the pavement system that has been built. The transfer of asphalt pavement system to concrete pavement has been widely applied. But still that, the road is still damage. The purpose of this research is to obtain optimum soil bearing capacity of pavement finned concrete pavement plate structure which given thickening in plate and connection area. The variable under review is thickening on the inner side of the connection between the joint and the fin. The research was conducted by loading test method in laboratory using UTM. The result showed that with the thickening there is an increase in carrying capacity of the plate. However, there is a limit to the addition of thickening of the fins if the plate fin is too thick, then the strength of the carrying capacity of the plate is reduced.Keywords :  finned concrete plates, plate thickening, optimum carrying capacity
KAJIAN EFISIENSI PADA KELOMPOK TIANG DENGAN KONFIGURASI 3 X 3 Azami, Fikri Irfanil; Priadi, Eka; Bachtiar, Vivi
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.319 KB)

Abstract

The condition of soil is the most important to be identified in planning and constructing a construction on it. Soil condition in West Kalimantan, especially in the city of Pontianak in general is the form of soft soil and its surface layer contains organic materials as a result of weathering wood and soil with a better carrying capacity can only be found at a depth of 30-40 meters. To overcome the poor condition of soil carrying capacity, the early works must be done to improve soil bearing capacity, the thing that is often used in Pontianak is using pile.The possibility of a construction consisting of a single pile is very rare, generally at least two or more piles are fitted under the pile cap of the foundation. The number possessed by those group of piles has different efficiency values, because the number of piles affect the efficiency of the pile group.In this test the testing preparation testing of pile group loading with the same configuration and number of piles with different pile distance will be done, the distance of 3D and 4D will be used. Differences in the distance between the piles in the pile group were done to determine the effect of the distance between the piles on the efficiency of the pile group.From the test results, it is known that the difference in pile distance in a group of piles affects the efficiency of a pile group. The results of 3D pile group loading have smaller efficiency than the pile group with 4D distance. This is because the factor of stress spreading around the overlapping pile will be smaller if the distance of the pile is greater
STUDI EKSPERIMENTAL SKALA KECIL TENTANG DAYA DUKUNG PELAT BETON BERSIRIP SEBAGAI MODEL JALAN BETON DI TANAH GAMBUT Yusuf, M.; Bachtiar, Vivi
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.794 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v12i1.16822

Abstract

Tanah permukaan di Pontianak merupakan tanah lunak dan gambut tebal yang mempunyai daya dukung sangat rendah. Hal ini merupakan tantangan bagi para ahli bidang teknik sipil untuk mendirikan bangunan tanpa mengalami kegagalan. Penelitian ini meninjau daya dukung dan kekuatan pelat beton yang diberi sirip. Studi yang dilakukan adalah meninjau perubahan daya dukung dan kekuatan pelat beton berdasarkan variasi skala terhadap seluruh dimensi, variasi tinggi sirip, variasi jumlah sirip, dan variasi panjang sirip. Tinjauan daya dukung dilakukan secara eksperimental dengan uji pembebanan langsung. Tinjauan kekuatan pelat dilakukan secara analitis menggunakan bantuan program komputer. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa peningkatan daya dukung sangat signifikan dengan peningkatan dimensi sampel secara proporsional. Tinggi sirip yang paling optimal adalah 60% dari lebar pelat. Jumlah sirip yang paling optimal adalah tiga buah. Panjang pelat yang paling optimal adalah satu setengah kali dari lebarnya. Kata-kata kunci: perkerasan beton, pelat bersirip, gambut, uji pembebanan
EVALUASI DAYA DUKUNG TIANG PANCANG BERDASARKAN CONE PENETRATION TEST (CPT) DAN PILE DRIVEN ANALYZER (PDA) PADA TANAH LUNAK DI KOTA PONTIANAK Bachtiar, Vivi; Yusuf, M.
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.409 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v12i1.17151

Abstract

Daya dukung (ujung, selimut dan ultimit) fondasi tiang pancang beton persegi (precast concrete square driven pile) dianalisis secara empirik dari data CPT/Sondir. Setelah fondasi tiang pancang selesai dilaksanakan dapat diuji menggunakan uji pembebanan statis maupun dinamis. Pada studi ini, daya dukung pada struktur bangunan bertingkat di lapisan tanah lunak Pontianak dianalisis secara empirik dari data CPT menggunakan metoda Schmertmann dan Nottingham (1975), de Ruiter dan Beringen (1979) serta Bustamante dan Gianeselli (1982). Kemudian dievaluasi terhadap hasil uji pembebanan dinamis menggunakan PDA di beberapa lokasi di Kota Pontianak. Hasil uji PDA dianalisis menggunakan program CAPWAP untuk mendapatkan daya dukung ujung dan selimut tiang pancang. Hasil analisis dari data CPT menunjukkan bahwa daya dukung selimut tiang mendekati hasil dari program CAPWAP. Kata-kata kunci: daya dukung tiang, CPT, PDA
TINJAUAN DAYA DUKUNG TANAH GAMBUT YANG DIPAMPATKAN DENGAN LAPISAN PASIR BERDASARKAN UJI PEMBEBANAN Bachtiar, Vivi; Yusuf, M.
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.855 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v11i2.17655

Abstract

Di Pontianak dan sekitarnya, lapisan tanah dengan daya dukung yang baik terletak cukup dalam dan tidak merata. Kondisi ini telah mengakibatkan beberapa kegagalan konstruksi akibat kegagalan tanah fondasi, tidak terkecuali konstruksi jalan. Dalam waktu yang tidak lama setelah jalan dibangun, permukaan jalan menjadi bergelombang. Lapisan tanah gambut yang secara teknik tidak menguntungkan, dalam penelitian ini dipampatkan dengan lapisan pasir dengan ketebalan 0,25 m dan 0,75 m. Pendekatan ini diajukan berdasarkan penelitian terdahulu yang mendapatkan bahwa tanah gambut yang dipampatkan ada kecenderungan untuk bertahan (tidak kembali ke keadaan sebelum dipampatkan). Dasar kedua adalah, percobaan untuk men-superposisi-kan distribusi tekanan tanah pasir di bawah pelat kaku dengan distribusi tekanan tanah lunak, khususnya gambut, sehingga distribusi tekanan tersebut menjadi lebih merata di seluruh permukaan bawah pelat beton. Dari hasil uji pembebanan yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh bahwa pada kondisi kering pelat beton di atas tanah gambut dengan ditambah lapisan pasir setebal 0,75 m mempunyai daya dukung 1,33 kali lebih besar dari tanah gambut yang dilapisi tanah pasir setebal 0,25 m. Kata-kata kunci: gambut, lapisan pasir, uji pembebanan, daya dukung  
KORELASI NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) LAPANGAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP) DAN CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) MEKANIS ., Helmi; ., Aprianto; Bachtiar, Vivi
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tes CBR sudah amat dikenal pada kebanyakan proyek di indonesia, baik pada proyek pembuatan jalan maupun pada proyek pengurugan. Bahkan dapat dikatakan bahwa tes CBR merupakan standar tes untuk mengetahui kekuatan tanah. Padahal tes CBR ini mempunyai kekurangan yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan tes DCP. Untuk itu digunakan tes DCP sebagai alternatif.     Pada penelitian terdahulu, telah dihasilkan beberapa grafik hubungan antara CBR dan DCP. Tetapi grafik-grafik hubungan tersebut memiliki hasil perhitungan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Sehingga dengan penelitian ini akan ditentukan grafik dan persamaan yang menghasilkan harga yang paling mendekati CBR yang sebenarnya. Sejumlah data yang didapatkan dengan melakukan tes CBR mekanis dan tes DCP pada lokasi pembangunan Dry Soil Head PLTU Sanggau. dari hasil analisa data, akhirnya dipilih metode analisa dengan menggunakan persamaan korelasi regresi garis linier sederhana yang menghasilkan persamaan korelasi antara nilai CBR DCP dan CBR Mekanis per lima tumbukan  dan dibagi dengan tingkat penetrasi pada analisa DCP, y = 0,29941 X + 2,61881, dengan nilai regresi yang didapat hampir mendekati satu. Kata kunci :Dynamic Cone Penetrometer (DCP), California Bearing Ratio (CBR) Mekanis, persamaan
ANALISIS REKLAMASI LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN PELABUHAN DI KETAPANG DENGAN MENGGUNAKAN GEOSYNTHETIC Catherine, Liany Ayu; , MTS, Johnny; Bachtiar, Vivi
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reklamasi adalah suatu  pekerjaan/usaha mendapatkan lahan yang tadinya tertutup air menjadi lahan yang kering  dan untuk dimanfaatkan menjadi lahan berguna untuk dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Reklamasi ini dapat dilakukan pada lahan-lahan yang berada dipantai, rawa-rawa dan dilepas pantai. Untuk pembangunan lahan pelabuhan di Ketapang yang telah dikaji dalam studi kelayakan (Studi Kelayakan Pelabuhan Regional di Kabupaten Ketapang 2012), akan tetapi kedalaman tepian pantainya dangkal dan belum memadai untuk draft kapal yang besarnya telah ditentukan sesuai rencana kapal yang akan  berlabuh. Maka dari itu untuk mengejar kedalaman yang sesuai tersebut terlalu jauh dari pantai (± 1 km) sehingga untuk mengejar kedalaman tersebut diperlukan pilihan seperti dengan membuat trestle/ jembatan dari pantai sampai ke dermaga atau dengan membuat lahan yang berair tadi menjadi daratan dengan cara mereklamasi. Keuntungan reklamasi ini akan tersedia lahan/ daratan yang dapat disesuaikan sebagai daerah pelabuhan, perkantoran, lahan untuk tempat timbunan peti kemas dan lainnya. Untuk mengupayakan mendapatkan lahan hasil reklamasi tersebut diperlukan material bahan timbunan diambil dari lokasi yang berdekatan lokasi lahan yang akan ditimbun dan untuk menahan timbunan diperlukan konstruksi yang bisa berfungsi sebagai tembok/dinding penahan tanah yang terbuat dari bahan timbunan itu sendiri dengan mengunakan Geosynthetic yang berbentuk geobag. Sehingga proses reklamasi menjadi lebih gampang dan murah dalam pelaksanaanya. Material timbunan tersebut diambil dari laut sekitar yang  berpotensi dengan timbunan pasir dan termasuk dari muara sungai Pawan. Dalam penelitian yang dilakukan, menggunakan metode analisa data seperti, besarnya gelombang yang akan terjadi dilokasi lahan reklamasi agar mengetahui gelombang rencana yang akan terjadi termasuk besarnya. Menganalisa data angin untuk menentukan  arah angin datang dan besarnya yang dapat menimbulkan tinggi gelombang dan refraksi gelombang yang terjadi. Jenis tanah yang akan digunakan untuk urugan dan pengisi geobag dan mereklamasi lahan berupa pasir yang jenuh air, yang akan diambil dari sekitaran lokasi dasar laut. Desain dinding penahan tanah menggunakan geobag dengan cara ditumpuk, memiliki tinggi 6,3 m dari permukaan air laut sampai dasar laut yang paling dalam dan berbentuk susunan trapesium dengan lebar puncak trapesium tersebut 5,09 m (tiga baris geobag) dan lebar dasar trapesium 26,47 m (11 baris). Adapun ukuran Geobag 2 x 1,5 x 0,6 m. Ukuran Geobag didapat dari perhitungan pengaruh gelombang pada susunan geobag. Sehingga beratnya ditentukan dengan ukuran volume yang diperlukan dan selajutnya dibesaran ukuran tersebut dikaji ulang dengan pengaruh tekanan tanah akibat timbunan untuk reklamasi yang ditahan oleh susunan geobag dengan analisa gaya geser, gaya guling dan daya dukung izin dilampaui.  Kata kunci : Reklamasi, Geosynthetic, Dinding Penahan Tanah, Geobag
STUDI EKSPERIMENTAL SKALA PENUH TENTANG DAYA DUKUNG PELAT BETON BERSIRIP DENGAN SIRIP DALAM SEJAJAR SIRIP LUAR SEBAGAI MODEL JALAN BETON DI TANAH LUNAK Wijaya, Hendra; Yusuf, M; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.3392

Abstract

Banyak ditemukannyakonstruksi perkerasan jalan di tanah lunak yang secara teknik tidakmenguntungkan karena mempunyai daya dukung yang sangat rendah. Karena sifatmekanis tanahnya yang rendah maka pembangunan jalan aspal (struktur perkerasanlentur) yang dilakukan selalu bergelombang dalam waktu tidak beberapa lamasetelah jalan tersebut dibangun. Karena itu, diperlukan model lain agardiperoleh struktur perkerasan jalan yang cocok di atas tanah lunak.Penelitianini mengembangkan bentuk struktur perkerasan kaku yang mempunyai sirip(dinding) di sisi-sisi perkerasan dan diperkuat dengan balok di tengah-tengahpanel untuk memberikan kekakuan dimana sirip dalamnya sejajar sirip luar.Sirip-sirip perkerasan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kekakangan lateral(horizontal) akibat beban permukaan (kendaraan) dan mencegah rembesan air kefondasi jalan akibat fluktuasi muka air tanah. Dengan model perkerasan jalan inimenghasilkan beban ultimit yang lebih besar dari perkerasan jalan yang tanpasirip sehingga dapat mengurangi kelemahan-kelemahan yang sering terjadi padasturuktur perkerasan jalan yang tanpa sirip. Kata-kata kunci: perkerasan kaku,tanah lunak, uji pembebanan, daya dukung, sirip sejajar