Jurnal Sangkala
Vol 1 No 1 (2022): SANGKALA

DINAMIKA TARI GANDRUNG SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KESENIAN DI ERA MILENIAL

I Kadek Yudiana (Pendidikan Sejarah Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi)
Firdina Istiqomah (Pendidikan Sejarah Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2022

Abstract

Gandrung merupakan salah satu seni tari tradisional kahas Kabupaten Banyuwangi. Tari Gandrung merupakan perkembangan dari tari Seblang. Terdapat beberapa instrumen unsur-unsur gamelan yang digunakan untuk iringan musik Gandrung Banyuwangi, antara lain: kendang, kethuk, kempul, gong, kluncing (triangle), angklung dan saron. Dalam perkembangannya, biola dimasukkan sebagai tambahan musik iringan dalam seni pertunjukan Gandrung bersama dengan masuknya kebudayaan Barat yang dibawa pada masa kolonial Belanda. Tari Gandrung telah berubah karena kekuatan pengetahuan yang terus menerus dihasilkan oleh Tokoh agama Islam pada tari Gandrung kemudian menyebabkan tarian ini mengalami perubahan dalam berbagai aspek: perubahan penari dari laki-laki menjadi perempuan, perubahan lagu, perubahan panggung paju dan perubahan terakhir dalam tari gandrung adalah ganti pakaian. Dampak positif dari seni ini menjadi lebih santun dan tertutup dari segi penampilan sedangkan dampak negatifnya adalah hilangnya nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang terkandung dalam tari tari gandrung. Seni tradisional sangat rentan terhadap modernisasi dan pengaruh perkembangan global. Berbagai upaya dilakukan sebagai bentuk pelestarian aset budaya lokal ini.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jurnalsangkala

Publisher

Subject

Humanities Education

Description

Jurnal Sangkala adalah jurnal peer-review, dan berspesialisasi dalam Pendidikan Sejarah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dan menyediakan sumber informasi ilmiah bagi pembaca, peneliti, pendidik di dunia akademis tentang Pendidikan Sejarah. Jurnal Sangkala menyajikannya melalui penerbitan ...