Seorang pekerja wanita akan merasa konflik peran ganda muncul ketika adanya tekanan dan beban pekerjaan yang terbawa dalam peran rumah tangga. Konflik peran ganda dengan kekuatan yang tinggi, membuat seorang ibu yang bekerja akan merasakan kinerjanya semakin menurun. Hal ini dapat terjadi akibat ibu bekerja akan merasakan depresi, peningkatan stress, penambahan keluhan fisik dan mengalami penurunan tingkat energi. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan konflik peran ganda dan kinerja pada pekerja wanita. Penelitian ini yang menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel ditentukan dengan purposive sampling yaitu 74 orang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pekerja wanita yang mengalami penurunan kinerja yaitu sebanyak 63.51%. Pekerja wanita yang mengalami konflik peran ganda yaitu 67.57%. Kemudian analisis lebih lanjut ditemukan bahwa konflik peran ganda memiliki hubungan dengan kinerja pekerja wanita dengan p-value 0.012.
Copyrights © 2021